BMKG: Hujan Meluas di Sumsel Belum Tanda Masuk Musim Hujan
BMKG: Hujan Meluas di Sumsel Belum Tanda Masuk Musim Hujan
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena hujan meluas di Sumatera Selatan belakangan ini belum menjadi tanda dimulainya musim hujan pada, Rabu (28/10/2026).
Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer lokal yang saat ini dalam keadaan cukup lembap sehingga sangat mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Hujan yang kita rasakan saat ini terjadi di Sumatera Selatan yang secara meluas di beberapa tempat bukan berarti kita sudah berada di musim hujan,” terang Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Rabu (28/10/2026).
Wandayantolis menjelaskan penentuan awal musim hujan didasarkan pada parameter jumlah curah hujan dalam satu dasarian atau periode 10 hari.
Dalam satu bulan kalender, rentang waktu terbagi menjadi tiga dasarian untuk menghitung ambang batas curah hujan.
“Saat ini hujan tersebut masih dalam bentuk dinamika atmosfer lokal, di mana atmosfer kita sudah cukup lembab mendukung pertumbuhan awan,” jelasnya.
Ia mengatakan jika awal musim hujan baru resmi ditetapkan apabila curah hujan dalam satu dasarian melebihi 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya secara berturut-turut.
“Meskipun dalam satu dasarian itu sudah mencapai 50 mm, tetapi jika dasarian berikutnya hujannya tidak mencapai 50 mm, maka itu belum dinyatakan sebagai awal musim hujan,” katanya.
Berdasarkan hasil prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diperkirakan baru akan memasuki awal musim hujan secara merata pada pertengahan November.
Saat ini, wilayah Empat Lawang sudah mulai memasuki musim hujan meskipun kapasitasnya masih dalam skala kecil.
Kondisi transisi cuaca ini berkaitan erat dengan dinamika perubahan monsun timur menuju monsun barat yang jauh lebih lembap.
Sementara itu, wilayah di sisi tengah dan timur Sumatera Selatan diprediksi baru memasuki musim hujan pada akhir November, dengan wilayah OKI bagian timur menjadi yang paling akhir yakni pada November I (dasarian pertama).
“Tetapi memang saat ini dengan adanya operasi modifikasi cuaca, maka sudah berhasil menurunkan hujan di wilayah OKI bahkan meluas ke wilayah lain di Sumatera Selatan,” ungkapnya.
Meskipun Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terbukti efektif menurunkan hujan di kawasan OKI dan daerah sekitarnya,BMKG menegaskan penetapan musim tetap mengacu pada data statistik resmi.
“Tetapi untuk menjadi tanda bahwa kita telah memasuki musim hujan, itu masih menunggu curah hujan pada dasarian berikutnya,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOKapolres Reynold Hutagalung Minta Massa Demo Jaga Ketertiban di Kawasan UOB Plaza
Fadli Tara·3 menit yang lalu -
NASIONALKapolri dan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika Lintas Negara
Rozie Winata·10 menit yang lalu -
NEWS VIDEOKapolri Terima Kunjungan Delegasi Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika
33 menit yang lalu -
NASIONALPotong Iuran Tapi Tak Disetor? BPJS Ketenagakerjaan dan Kejati Aceh Siap Tindak Perusahaan Nakal
34 menit yang lalu -
PERISTIWADiduga Terkait Sengketa Tanah, Empat Rumah Warga Sei Kera Hilir Diserang OTK
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
-
NEWS VIDEOTak Tahan Uang Selalu Dicuri untuk Beli Narkoba, Ibu di Palembang Serahkan Anaknya ke Polisi
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NASIONALKapolri Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Aksi Demontrasi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTMaskapai Wings Air Hentikan Rute Penerbangan Mandailing Natal-Medan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Polri Boyong 10 Tersangka Lab Sabu 1,2 Ton Asal Pidie ke Jakarta
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan