Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Banjir Landa Medan, Ribuan Warga Terendam, Pemukiman Terisolir, Evakuasi Dipercepat

Ribuan rumah terendam dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari 50 cm hingga 2 meter

Seorang lansia harus ditandu saat evakuasi korban banjir di Medan. (Foto: istimewa)
Seorang lansia harus ditandu saat evakuasi korban banjir di Medan. (Foto: istimewa)
A A

, MEDAN - Hujan deras yang mengguyur sejak malam Selasa (26/11/2024) menyebabkan Sungai Deli dan Sungai Babura meluap, sehingga mengakibatkan besar di beberapa kecamatan. 

Dampaknya, ribuan rumah terendam dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari 50 cm hingga 2 meter. Tak hanya merendam permukiman, juga mengisolasi beberapa kawasan, membuat akses menuju daerah-daerah tersebut terhambat.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) , banjir yang terjadi pada Rabu dini hari (27/11/2024) melanda beberapa titik di Medan Maimun, Medan Amplas, Medan Sunggal, hingga Medan Helvetia.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Jalan Brigjend Katamso Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, di mana ketinggian air tercatat mencapai 1,1 meter pada pukul 01.25 WIB, dengan cuaca saat itu hujan deras. 

Tak hanya itu, jalanan di sekitar Jalan Letjend Suprapto Kampung Aur dan Jalan Teratai Pasiran juga terendam dengan ketinggian yang bervariasi, mencapai 1,2 meter hingga 80 cm pada pukul 02.26 WIB.

Ketinggian air yang terus meningkat mengakibatkan ribuan warga terpaksa mengungsi. Di Jalan Karya Jaya Gang Eka Wali, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, ketinggian air mencapai 2 meter pada pukul 03.00 WIB.

"Air datang begitu cepat, dan kami langsung mengungsi ke tempat yang lebih tinggi," ungkap Rika yang terpaksa meninggalkan rumahnya. 

Lebih dari 600 rumah di lingkungan ini terendam, dengan 621 jiwa terdampak. Selain itu, wilayah Jalan Pinang Baris dan Jalan Pantai Anto di Medan Helvetia juga tidak luput dari terjangan banjir, dengan ketinggian air mencapai 1,8 meter pada pagi hari, memaksa lebih dari 1.200 jiwa mengungsi.

BPBD mencatat bahwa sejumlah titik di Kota Medan mengalami dampak yang sangat parah, dengan total lebih dari 3.500 rumah terendam, dan sekitar 9.000 jiwa terancam.

Sejumlah besar warga yang terdampak langsung dievakuasi, terutama dari kawasan rawan banjir di Medan Maimun dan Medan Amplas. Warga yang dievakuasi terdiri dari berbagai usia, termasuk lansia, balita, dan ibu hamil.

Di Jalan Garu 1, Lingkungan 10, 11, 12, dan 14, Kelurahan Harosari I, Kecamatan Medan Amplas, sekitar 2.850 jiwa dari 600 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 1 meter. 

BPBD telah mendirikan tenda pengungsi di Jalan Setia, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia untuk menampung warga yang terdampak, sambil menunggu bantuan lebih lanjut.

Tidak hanya itu, BPBD juga mendirikan dapur umum di beberapa lokasi untuk memberikan makanan dan kebutuhan darurat bagi warga yang terdampak. Beberapa warga yang dievakuasi mengungkapkan kekhawatirannya, terutama mereka yang kehilangan barang-barang berharga karena cepatnya datangnya banjir. 

BPBD Kota Medan bersama tim relawan dan aparat terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan proses berjalan lancar. 

Selain itu, tim juga mempersiapkan bantuan logistik dan kebutuhan lainnya, seperti obat-obatan dan pakaian bagi para pengungsi. BPBD mengingatkan warga untuk tetap siaga, mengingat adanya potensi kenaikan debit air secara tiba-tiba. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan curah hujan yang bisa berpotensi memperburuk situasi," ujar Koordinator Pusdalops BPBD Kota Medan, Baharuddin Ritonga. 

Sementara itu, warga yang masih berada di lokasi banjir diminta untuk waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika air terus meningkat. Pemerintah setempat juga telah berupaya memperbaiki akses jalan yang terhambat oleh banjir agar memudahkan proses distribusi bantuan dan .

(Cw9/) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait