Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Perluasan Kolam Retensi Simpang Polda Dimulai, Gedung DPMPTSP Dihibahkan demi Atasi Banjir

Perluasan Kolam Retensi Simpang Polda Dimulai, Gedung DPMPTSP Dihibahkan demi Atasi Banjir

A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kota Palembang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII resmi memulai proyek perluasan Kolam Retensi Simpang Polda melalui kegiatan groundbreaking, Senin (5/10/2026).ย 

Proyek ini direalisasikan berkat penghibahan bangunan dan lahan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang dialihfungsikan untuk mendongkrak kapasitas tampung air demi mengurangi genangan di Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning.

Gubernur Herman Deru menyampaikan jika gagasan perluasan ini bermula dari obrolan spontan bersama Wali Kota Palembang saat meninjau lokasi .ย 

Setelah melalui proses penilaian aset tanah dan bangunan senilai total sekitar Rp11 miliar rupiah, serta koordinasi pihak terkait.

Daya tampung kolam yang sebelumnya sangat terbatas, yakni sekitar 9.600 meter kubik akan diperluas hingga mendefinisikan luas kawasan mendekati satu hektare dengan target kapasitas mencapai sekitar 30 ribu meter kubik.

โ€œPembangunan baru ini harus memiliki desain yang terintegrasi,โ€ ujar Deru.

Ia juga menegaskan agar pengerjaan proyek berdurasi 480 hari kalender ini dikoordinasikan secara matang dengan berbagai pihak, termasuk penataan utilitas pipa milik Pertamina, serta pengawasan ketat terhadap aktivitas lalu lintas harian (LHR) agar tidak mengganggu warga.

โ€œJangan sampai pekerjaan pembangunan ini mengganggu lalu lintas harian. Mobilisasi dan pengangkutan material harus dikerjakan malam-malam dan paginya sudah tidak berbekas,โ€ tegasnya.

Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, menginstruksikan agar kawasan tersebut ditata secara estetik menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang dilengkapi fasilitas olahraga terbuka, tempat bermain anak, sarana sepatu roda, hingga skateboard.

โ€œAnak-anak bisa bermain, mungkin tempat sepatu roda atau skateboard misalnya, dan kita siapkan ruang terbuka yang ramah untuk anak,โ€ tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengapresiasi kolaborasi lintas instansi ini dan menilai proyek tersebut sebagai solusi jangka panjang yang telah lama dinantikan masyarakat.

โ€œKalau ini terwujud, bisa mengurai paling tidak titik-titik genangan air yang ada di Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning,โ€ kata Dewa.

Dewa menyebut jika Pemerintah Kota Palembang juga telah menyiapkan koordinasi terkait utilitas dan aset sosial agar proses pengerjaan tidak mengalami hambatan.

Ia memastikan seluruh rangkaian penataan kawasan terpadu tersebut telah terjadwal secara matang bersama jajaran terkait.

โ€œTarget pengerjaan diharapkan rampung pada Januari 2028. Kami berencana menata kawasan tersebut agar tidak hanya berfungsi sebagai kolam retensi, tetapi dapat menjadi ruang terbuka hijau bagi masyarakat," katanya.

Di sisi lain, Kepala BBWS Sumatera VIII Agus Sapari merinci jika teknis pengerjaan tidak hanya memperluas kolam hingga mendekati satu hektare.

Tetapi, lanjut dia, juga menggali dasar kolam sedalam dua hingga tiga meter serta memperbaiki saluran drainase permukiman sebelum air didorong menggunakan pompa menuju Sungai Bendung.

"Volume akan menjadi sekitar 30 ribu meter kubik, jadi kurang lebih tiga kali lipat. Kalau dikatakan cukup itu tidak ada daerah bebas , tetapi dampak banjir itu berkurang," pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait