Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Puluhan rumah di 2 Desa yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, hilang tertimpa tumpukan kayu yang terbawa saat banjir bandang menerjang kawasan tersebut.
Tidak hanya itu, tumpukan kayu juga menutup sebuah pesantren dan kini hanya meninggalkan bangunan masjid serta beberapa ruang kelas yang ada.
Baca Juga : Polda Sumut Investigasi Penyebab Banjir dan Longsor, Kapolda: Tim Bekerja Siang dan Malam
Akibat adanya tumpukan kayu yang terbawa banjir bandang ini, puluhan rumah warga yang ada di Desa Tanjung Karang serta Desa Menang Gini, Kecamatan Karang Baru ini pun hilang tertutup batang kayu yang diduga berasal dari hutan di pegunungan Bukit Barisan.
Tidak hanya melenyapkan pemukiman warga, tumpukan kayu dengan ukuran besar ini juga turut menimbun hampir seluruh areal pesantren Darul Mukhlisin yang juga berada di Desa Tanjung Karang.
Dimana saat ini, tumpukan ribuan ton kayu gelondoangn itu hanya menyisakan sebuah bangunan masjid dan beberapa ruang kelas yang ada di lantai dua dan tiga. sementara, untuk lantai satu bangunan pesantren tidak lagi terlihat lantaran tertutup tumpukan kayu.
Agus Susanto, salah seorang warga mengatakan, jika saat ini dirinya terpaksa harus tinggal di tenda darurat yang ia bagun bersama warga lainnya secara mandiri.
Baca Juga : Negara di Balik Bencana Alam : Siapa Mengelola Siapa?
"Sekarang ini ya bertahan lah dulu di dapur umum ini, sebab rumah juga sudah hilang. Setelah ini juga gak tau nanti mau tinggal dimana," ungkapnya, Minggu (7/12/2025) sore.
Sementara itu, hingga saat ini sejumlah warga yang menjadi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, masih terus bertahan di posko darurat yang mereka bangun sendiri dengan alat seadanya tanpa adanya bantuan tenda yang diberikan oleh pemerintah daerah maupun pusat.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
