ART Jadi Otak Pencurian Harta Majikan: Kerugian Capai Rp 800 Juta
Seorang asisten rumah tangga (ART) di kawasan elit Taman Grisenda, Penjaringan, Jakarta Utara menjadi otak pelaku pencurian uang majikannya.
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Seorang asisten rumah tangga (ART) di kawasan elit Taman Grisenda, Penjaringan, Jakarta Utara menjadi otak pelaku pencurian uang majikannya.
Dalam melancarkan aksinya, ART berinisial K (52) dibantu oleh sopir majikan berinisial G (28). Mereka berhasil menggasak uang senilai Rp 800 juta milik majikannya.
Baca Juga : Truk Angkut 25 Siswa SMK Terguling, 13 Orang Luka-luka
Saat ini, kedua pelaku telah ditangkap Polsek Metro Penjaringan. Mereka langsung ditahan di sel tahanan.
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Arief Ryzki mengatakan dari hasil penyelidikan intensif, K ternyata merupakan otak di balik aksi pencurian.
Dalam aksinya, K mengambil uang tunai dari brankas milik majikannya. Uang tersebut berbentuk rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga : Polres Madina Diduga Tangkap Lepas Pelaku Narkoba, Ratusan Masyarakat Sihepeng Raya Blokade Jalan
Usai mengambil uang dari brankas, kemudian K menyerahkannya kepada G. Uang dolar AS kemudian ditukarkan G ke mata uang rupiah melalui tempat penukaran uang.
"Dari keterangan tersangka, sudah 10 kali menukar uang ke money changer. Dari keterangan itu terlihat kalau pelaku memang sudah merancang kejahatan itu," jelas Arief, Senin (10/2/2025).
Dalam keseharian, kata Arief, pelaku K dan G memang kerap kali terlihat bersama di lingkungan kerja. Namun hal itu semata-mata hanya sebagai rekan kerja.
“Mereka ini memang terlihat sering bersama, namun tidak ada hubungan spesial, hanya sebatas rekan kerja,” beber Arief dikutip Viva.
Baca Juga : Tenaga Honorer Pemkab Sergai di Tes urine Dadakan
Uang curian itu, lanjut Arief, digunakan untuk kebutuhan pribadi. K diketahui menggunakan sebagian dana untuk membeli sebuah mobil seharga Rp80 juta sebagai bentuk ‘balas jasa’ kepada G.
Mobil itu kini diamankan sebagai barang bukti. Sementara, sisa uang lain yang berhasil ditukarkan dipergunakan untuk keperluan sehari-hari serta dikirim ke kampung halaman kedua pelaku.
Arief menuturkan, kecurigaan mulai muncul saat majikan menyadari adanya kekosongan uang di brankas yang terjadi berulang kali.
Meski area penyimpanan brankas tak dilengkapi CCTV, penyelidikan intensif dari pihak kepolisian berhasil menggali bukti yang cukup untuk mengungkap modus dua tersangka.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSKPK Dalami Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI Akbar Himawan Buchari dalam Kasus DJKA Medan
hendra·13 menit yang lalu -
-
NASIONALKemnaker Periksa Sembilan Perusahaan di Kendal dan Batang
Herman Saleh Harahap·41 menit yang lalu -
SUMUTKasus TPPO Madagaskar Jadi yang Pertama Ditangani BP3MI Sumut, 13 WNI Berupaya Dipulangkan
hendra·45 menit yang lalu -
E-SportTekuk Mongolia 2-0, Timnas MLBB Indonesia Melaju ke Final Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·55 menit yang lalu -
KRIMINALKasus Penipuan Rp8,8 Miliar, Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Temukan Fasilitas Peleburan Emas dan Dokumen
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSRemaja Tewas Tertembak saat Tawuran, Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELAmbulans Pembawa Jenazah Tabrakan dengan Truk Tangki CPO di Jalintim Banyuasin, Enam Orang Luka-Luka
hendra·2 jam yang lalu -
SUMUTBupati Asri Ludin Tambunan Terima Penghargaan Bappenas, Deliserdang Terbaik 2 Nasional
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALTiga Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Diamankan dalam Penggerebekan Narkoba di Hotel Surabaya
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan