Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

ART Jadi Otak Pencurian Harta Majikan: Kerugian Capai Rp 800 Juta

Seorang asisten rumah tangga (ART) di kawasan elit Taman Grisenda, Penjaringan, Jakarta Utara menjadi otak pelaku pencurian uang majikannya.

Bagikan:
ART Jadi Otak Pencurian Harta Majikan: Kerugian Rp 800 Juta. Ilustrasi tangan diborgol. (Foto: via pexels)
ART Jadi Otak Pencurian Harta Majikan: Kerugian Rp 800 Juta. Ilustrasi tangan diborgol. (Foto: via pexels)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Seorang () di kawasan elit Taman Grisenda, Penjaringan, menjadi .

Dalam melancarkan aksinya, berinisial K (52) dibantu oleh sopir majikan berinisial G (28). Mereka berhasil menggasak uang senilai Rp 800 juta milik majikannya.

Baca Juga : Truk Angkut 25 Siswa SMK Terguling, 13 Orang Luka-luka

Saat ini, kedua pelaku telah ditangkap Polsek Metro Penjaringan. Mereka langsung ditahan di sel tahanan.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Arief Ryzki mengatakan dari hasil penyelidikan intensif, K ternyata merupakan otak di balik aksi pencurian. 

Dalam aksinya, K mengambil uang tunai dari brankas milik majikannya. Uang tersebut berbentuk rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga : Polres Madina Diduga Tangkap Lepas Pelaku Narkoba, Ratusan Masyarakat Sihepeng Raya Blokade Jalan

Usai mengambil uang dari brankas, kemudian K menyerahkannya kepada G. Uang dolar AS kemudian ditukarkan G ke mata uang rupiah melalui tempat penukaran uang.

"Dari keterangan tersangka, sudah 10 kali menukar uang ke money changer. Dari keterangan itu terlihat kalau pelaku memang sudah merancang kejahatan itu," jelas Arief, Senin (10/2/2025).

Dalam keseharian, kata Arief, pelaku K dan G memang kerap kali terlihat bersama di lingkungan kerja. Namun hal itu semata-mata hanya sebagai rekan kerja.

“Mereka ini memang terlihat sering bersama, namun tidak ada hubungan spesial, hanya sebatas rekan kerja,” beber Arief dikutip Viva.

Baca Juga : Tenaga Honorer Pemkab Sergai di Tes urine Dadakan

Uang curian itu, lanjut Arief, digunakan untuk kebutuhan pribadi. K diketahui menggunakan sebagian dana untuk membeli sebuah mobil seharga Rp80 juta sebagai bentuk ‘balas jasa’ kepada G. 

Mobil itu kini diamankan sebagai barang bukti. Sementara, sisa uang lain yang berhasil ditukarkan dipergunakan untuk keperluan sehari-hari serta dikirim ke kampung halaman kedua pelaku.

Arief menuturkan, kecurigaan mulai muncul saat majikan menyadari adanya kekosongan uang di brankas yang terjadi berulang kali. 

Meski area penyimpanan brankas tak dilengkapi CCTV, penyelidikan intensif dari pihak kepolisian berhasil menggali bukti yang cukup untuk mengungkap modus dua tersangka. 

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait