Analis: Pengerahan Lima Pesawat TNI AU Tunjukkan Koordinasi Pemerintah Tangani Karhutla
Pemerintah kerahkan pesawat TNI AU tangani karhutla di Kalimantan. Simak analisis pengamat di sini
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menilai keterlibatan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam menyampaikan informasi mengenai pengerahan lima pesawat TNI Angkatan Udara (AU) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menunjukkan koordinasi pemerintah berjalan.
Menurutnya, pengerahan armada udara tersebut menjadi indikator bahwa pemerintah mengambil langkah konkret dalam merespons karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
“Lima pesawat diterbangkan tentu menunjukkan pemerintah bekerja dan koordinasinya ada, meski mungkin tidak bisa menyenangkan hati seluruh masyarakat,” katanya, Sabtu (22/8/2026).
Hensa menilai Teddy cukup efektif memperlihatkan bahwa pemerintah pusat turut mengawal penanganan karhutla. Namun, menurut dia, pelaksanaan teknis di lapangan tetap menjadi tanggung jawab kementerian, lembaga, serta aparat terkait.
Dia mengatakan penggunaan sumber daya negara untuk menangani persoalan yang dihadapi masyarakat memang merupakan fungsi yang semestinya dijalankan pemerintah.
“Kalau sumber daya negara tersedia dan kemudian dipakai saat dibutuhkan, itu kabar baik. Walaupun ya, memang begitu seharusnya fungsi sumber daya negara,” ujarnya.
Sebelumnya, Teddy menyampaikan lima pesawat TNI AU diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Pesawat tersebut dikerahkan untuk memperkuat penanganan karhutla di kedua wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, pemerintah menyebut sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan di enam provinsi yang rawan karhutla. Armada tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari patroli, operasi modifikasi cuaca, hingga water bombing.
Menurut dia, penyampaian informasi secara konkret mengenai jumlah armada dan wilayah operasi penting untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada publik mengenai respons pemerintah.
Namun, dia menekankan bahwa komunikasi pemerintah tidak cukup hanya berhenti pada pengumuman pengerahan armada. Perkembangan kondisi di lapangan juga perlu disampaikan secara berkala.
“Publik tentu perlu tahu apa yang sudah dikerjakan pemerintah. Tapi setelah jumlah pesawat diumumkan, yang berikutnya ditunggu ya hasilnya,” ujar Hensa.
Dia menilai pengerahan armada tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa koordinasi di tingkat pusat benar-benar memberikan dampak terhadap penanganan karhutla di lapangan.
“Kalau akhirnya karhutla terkendali, berarti koordinasinya bukan hanya terlihat rapi di berita, tetapi memang bekerja. Itu yang lebih penting,” kata dia.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp20 Ribu ke Rp2.545.000 Per Gram Jelang Akhir Pekan
Rozie Winata·32 menit yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hanguskan 9 Rumah di Komplek Griya Pesona Minimalis Medan Marelan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALSolidaritas Ojol Desak Kapolri Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSHensa Duga Jokowi Pamer Ijazah untuk Alihkan Isu Penyadapan Prabowo
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
POLITIKBantah Isu Munaslub Golkar, Ahmad Doli Tegaskan Hubungan Baik dengan Bahlil
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIChusnunia Chalim Dorong Penguatan Industri Bahan Baku Pakan Ternak Lokal
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Pangan Melonjak, Imas Aan Desak Kemendag Segera Lakukan Pengendalian
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
TRAVELPemprov Sumut Ajukan Megalitik Nias Selatan Jadi Warisan Dunia
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSAnggota DPR Siap Fasilitasi Hak Pekerja Korban Kecelakaan Kerja PT Daehyun
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan