Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Akses utama jalan Ring Road Samosir telah berbulan-bulan longsor, amblas dan akhirnya jalan tersebut putus total akibat curah hujan tinggi yang berlokasi di Dusun III, Desa Huta Ginjang Sigarantung, Kabupaten Samosir (1/4/2025).
Pembenahan serta perbaikan tak kunjung selesai, warga dan pengguna jalan keluhkan minimnya respons dan kepekaan Pemerintah untuk segera menangani pembangunan jalan yang telah lama longsor dan amblas.
Kondisi jalan mengalami kerusakan parah sehingga pengguna jalan baik pejalan kaki, sepeda motor bahkan roda empat tidak bisa sama sekali melewati jalan penghubung Kecamatan Simanindo dengan Kecamatan Onanrunggu.
Baca Juga : Melihat Pembangunan Jalan Penghubung Dua Desa di Deliserdang, Ijeck Harap Produktivitas Pangan Meningkat
Pembangunan jalan dikerjakan tahun 2024 oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara dengan anggaran mencapai belasan miliar rupiah.
Salah satu warga T Nainggolan mengeluhkan kurangnya kepekaan dan penangan yang cepat dari Pemerintah terhadap jalan penghubung Tomok-Onanrunggu yang telah lama longsor dan amblas.
“Tembok penahan tanah jalan ini dikerjakan tahun lalu, tapi tidak bertahan lama dan langsung ambruk. Dindingnya hancur begitu saja, kurangnya kepekaan dan penanganan yang cepat dan tepat dari Pemerintah sehingga jalan yang sampai berbulan-bulan tak selesai dibangun sehingga putus total sama sekali tidak bisa dilewati pejalan kaki," jelasnya.
Baca Juga : Madina Care Apresiasi Pembukaan Jalan Penghubung Madina - Palas
Nainggolan mengaku resah karena akses utama tersebut sangat vital bagi mobilitas masyarakat, termasuk dalam distribusi hasil pertanian dan wisatawan yang datang ke Samosir.
"Jalan putus sangat berdampak pada perekonomian karena warga yang bergantung pada jalan ini, badan jalan yang putus tampak dibiarkan tanpa upaya perbaikan sejak mengalami kerusakan pertama kali beberapa bulan lalu. Material longsoran dibiarkan menghalangi jalur tanpa adanya tindakan dari pihak berwenang," keluhnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kerusakan jalan Ring road itu menimbulkan dugaan adanya kelalaian dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek, perlu dipertanyakan kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor dan pengawasan dari instansi terkait.
“Kami berharap ada tindakan cepat dari Pemerintah, jangan sampai jalan ini dibiarkan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan. kami menduga adanya kelalalaian dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek, perlu di pertanyakan kualitas pekerjaan dilakukan oleh pihak kontraktor dan pengawasan dari intansi terkait," ujarnya.
Kepala Desa Huta Ginjang Sigarantung menyatakan telah melaporkan kondisi jalan kepada pihak berwenang, namun hingga kini belum ada respons yang jelas terkait rencana perbaikan.
"Kami telah melaporkan kondisi jalan kepada pihak berwewenang, namun hingga kini belum ada respons yang jelas dari pihak terkait rencana perbaikan. Kondisi jalan semakin memburuk, kami dan warga berharap pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini. di khawatir jika dibiarkan berlarut-larut, jalur ini akan semakin sulit diperbaiki dan menambah beban bagi masyarakat setempat," tutupnya.
(jas/nusantaraterkini.co)
