Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Akhiri Penantian 40 Tahun, Progres Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Capai 20 Persen

Progres perbaikan jalan Hutaimbaru-Sipiongot di Paluta mencapai 20 persen dan mulai menggerakkan ekonomi warga setelah penantian 40 tahun.

Bagikan:
Proyek rekonstruksi jalan provinsi ruas Hutaimbaru-Sipiongot kini sudah mencapai 20 persen, Sabtu (27/6/2026).(foto: diskominfo sumut)
Proyek rekonstruksi jalan provinsi ruas Hutaimbaru-Sipiongot kini sudah mencapai 20 persen, Sabtu (27/6/2026).(foto: diskominfo sumut)
A A

Nusantaraterkini.co,  – Angin segar pembangunan infrastruktur mulai berembus ke wilayah pedalaman Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta). Proyek rekonstruksi ruas Hutaimbaru- yang digeber Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini mulai mengubah wajah kawasan tersebut. 

Walau pengerjaan fisiknya baru menyentuh angka 20 persen, dampak instan dari perataan lubang dan pengaspalan ini sudah melonggarkan urat nadi perekonomian serta mobilitas harian masyarakat setempat.

​Aktivitas alat berat di jalur sepanjang 11,8 kilometer itu langsung memicu geliat usaha mikro di sepanjang perlintasan. 

, seorang pemilik warung kelontong di Desa Paolan, mengaku arus pendapatan usahanya melonjak drastis sejak aspal mulus mulai membentang di depan tempat usahanya. Pengendara yang dahulu enggan menepikan kendaraan akibat kondisi jalan yang ekstrem, kini ramai singgah untuk berbelanja.

​"Parah Pak sebelumnya, orang-orang pun malas berhenti di warung saya. Gimana mau berhenti, jalannya besar lubangnya. Tapi sekarang lebih ramai, peningkatannya sekitar 50% lah, karena dari simpang pun sudah mulus," ujar , Sabtu (27/6/2026).

​Dikatakannya, akses logistik untuk menyuplai barang dagangan dari pusat kota kini juga jauh lebih efisien. Jika dahulu faktor cuaca buruk kerap membatalkan niat warga untuk bepergian, kini perjalanan menuju selaku ibu kota Kabupaten Paluta dapat ditempuh dengan waktu singkat menggunakan roda dua.

​

"Ya kalau sebelum diperbaiki harus mikir matang-matang dulu apa aja yang mau beli. Pas mau perginya pun harus mikir dua kali, apalagi hujan, udahlah bisa tak jadi. Sekarang ke cuma 30 menit aja, sehari pun bisa 2, 3 kali ke sana tidak masalah," imbuh Marwan.

​Lebih dari sekadar urusan logistik warung, mulusnya jalur transportasi ini menjadi pertaruhan keselamatan nyawa manusia. Marwan menceritakan salah satu memori kelamnya saat harus berjibaku menembus jalan rusak demi menolong seorang warga yang hendak melahirkan, namun berujung tragis akibat kendala infrastruktur.

​"Partus di jalan dia Pak, tapi ya tetap kami bawa ke rumah sakit. Cumakan kasian Pak, kalau sekarang bisalah ngebut sikit kalau buru-buru," ungkap Marwan.

​Peradaban baru juga dirasakan di kawasan , di mana Pemprov Sumut turut menanam gorong-gorong beton raksasa di sekitar Pasar Sipiongot untuk membenahi sistem sanitasi lingkungan. 

Bagi , seorang tokoh sepuh di desa tersebut, proyek pengaspalan ini memicu emosi mendalam lantaran wilayah pemukimannya telah terisolasi oleh kerusakan jalan selama hampir setengah abad.

​

"Walaupun ini di penghujung usia saya, tetapi akhirnya saya melihat jalan ke kampung saya diaspal. Itu suatu kebanggaan. Saya dan tentu semua masyarakat di sini sangat bahagia, dan sangat berterima kasih kepada Pak ," ucap Sudirman Sitompul.

​Sudirman menambahkan, meski lapisan aspal hotmiks belum menyelimuti seluruh area Sipiongot dan masih berupa hamparan pasir batu (sirtu) yang diratakan, hal itu sudah cukup memangkas waktu perjalanan secara signifikan menuju pusat pemerintahan.

​

"Belum lagi diaspal, masih sirtu yang dekat sini, kalau Hutaimbaru sudah. Itupun dampaknya sudah luar biasa, 2 jam kurang lah ke Gunungtua. Kalau dah selesai aspalnya mungkin 1 jam dapat," tutur Sudirman optimistis.

 Selain koridor , Pemprov Sumut saat ini juga tengah mematangkan pengerjaan fisik pada ruas Sipiongot–Batas Tapanuli Selatan (Tolang) sepanjang 12 kilometer serta jalur Sipiongot–Batas Labuhanbatu sepanjang 16 kilometer, dengan target penyelesaian menyeluruh pada akhir tahun 2026.

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru