PDIP Serang Bobby Lagi, Kali Ini Soal Sipiongot dan Sidebuk-Debuk
PDIP kembali mengkritik Bobby Nasution terkait pembangunan Jalan Sipiongot dan dugaan pungli di kawasan wisata Sidebuk-debuk.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Elit PDI Perjuangan kembali melontarkan kritik kepada mantan kadernya yang juga Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Kali ini menyoal pembangunan jalan di Sipiongot dan maraknya pungli di sektor wisata Sidebuk-debuk.
Anggota Fraksi PDIP DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto, menilai dari perspektif komunikasi politik, peresmian proyek tersebut dapat dipahami sebagai upaya pemerintah menunjukkan bahwa pembangunan tetap berjalan meskipun sebelumnya proyek itu menjadi sorotan karena kasus hukum.
"Peresmian ini bisa dibaca sebagai pesan politik bahwa roda pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti hanya karena ada oknum yang terjerat persoalan hukum," ujar Anggota Komisi V DPR itu, Selasa (30/6/2026).
Meski demikian, ia menilai strategi tersebut belum tentu mampu menghapus persepsi negatif masyarakat. Menurutnya, proyek Jalan Sipiongot telah telanjur dikaitkan dengan kasus korupsi, sehingga penyelesaian pembangunan belum otomatis menghilangkan pertanyaan publik mengenai tata kelola pemerintahan.
Ia menegaskan, meskipun tanggung jawab pidana bersifat individual, kasus yang menyeret Topan Ginting tetap membawa dampak politik terhadap kepemimpinan Bobby Nasution. Publik, menurutnya, cenderung menilai kualitas seorang kepala daerah dari kemampuan membangun sistem pengawasan yang mampu mencegah terjadinya penyimpangan.
"Yang menjadi perhatian publik bukan hanya siapa yang diproses hukum, tetapi juga bagaimana pengawasan dijalankan, mengapa penyimpangan bisa terjadi, dan apa langkah konkret pemerintah agar kasus serupa tidak terulang," tegas anggota Baleg DPR tersebut.
Terpisah, Anggota Fraksi PDIP DPR RI lainnya, Samuel Wattimena jugan melempar kritik tajam soal masih maraknya pungli di Sidebuk-debuk, Kabupaten Karo, Sumut.
Samuel menilai publik berhak mempertanyakan efektivitas langkah pemerintah daerah apabila praktik pungli masih ditemukan meski gubernur telah turun langsung ke lapangan.
"Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar kunjungan atau pernyataan tegas di depan publik, tetapi hasil yang nyata. Jika setelah gubernur turun langsung praktik pungli masih terus berlangsung, tentu pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran yang bertanggungjawab di lapangan," katanya.
Samuel menegaskan, pemberantasan pungli harus dilakukan secara konsisten melalui penegakan hukum, pengawasan yang ketat, serta pemberian sanksi terhadap oknum yang terlibat.
"Jangan sampai muncul kesan bahwa langkah-langkah yang dilakukan hanya bersifat seremonial atau pencitraan. Cara terbaik membantah anggapan tersebut adalah dengan menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat dan wisatawan," ujarnya.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIChusnunia Chalim Dorong Penguatan Industri Bahan Baku Pakan Ternak Lokal
Herman Saleh Harahap·28 menit yang lalu -
EKONOMIHarga Pangan Melonjak, Imas Aan Desak Kemendag Segera Lakukan Pengendalian
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
TRAVELPemprov Sumut Ajukan Megalitik Nias Selatan Jadi Warisan Dunia
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSAnggota DPR Siap Fasilitasi Hak Pekerja Korban Kecelakaan Kerja PT Daehyun
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NASIONALMenhan Sjafrie Kumpulkan Pejabat Kemhan Bahas Potensi Ancaman Strategis
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Gelar Subuh Keliling dan Bagikan 300 Sembako di Gandus
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
E-SportKalahkan TLID 3-2, NAVI Melaju Grand Final MPL ID Season 18
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANWamenaker Dorong Sinergi Kampus dan Industri Atasi Kesenjangan Keterampilan
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWS25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya
hendra·11 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan