Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Hujan deras yang disertai angin kencang, melanda kabupaten Aceh Tamiang sejak tiga hari terakhir. Akibatnya, sebanyak delapan kecamatan terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa, Kamis (27/11/2025) siang.
Ada pun kecamatan yang terendam banjir ialah, Kecamata Karang Baru, Kecamatan Rantau, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kecamatan Tamiang Hulu, Kecamatan Manyak Payed, Kecamatan Kejuruan Muda, serta Kecamatan Seruway.
Sementara itu, akiba banjir yang terjadi sejak Rabu (26/11/2025) dini hari lalu, mengakibatkan ribuan warga yang ada di delapan kecamatan terpaksa harus mengungsi ke sejumlah posko darurat yang di bangun pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tamiang.
Baca Juga : Jelang HUT ke-24, PP AMPG Beri Bantuan 2.000 Paket Sekolah di Aceh Tamiang
Tidak hanya merendam sejumlah pemukiman warga, banjir juga turut merendam sejumlah gedung perkantoran milik sejumlah Dinas di Pemkab Aceh Tamiang yang berada di kawasan Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru..
imam Suhery, Kepala Pelaksana Badan Penanggulagan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tamiang mengatakan, jika saat ini pihaknya telah membangun sejumlah tenda darurat di beberapa titik yang terdampak banjir.
"Untuk saat ini kita telah membangun sejumlah tenda tanggap darurat dibeberapa titik banjir. Untuk ketinggian air sendiri mulai dari satu hingga dua meter," jelasnya.
Baca Juga : Relawan AQL Laznas Peduli Muliakan Al Quran Rusak Terdampak Banjir
Selain itu, hingga saat ini BPBD bersama Tim SAR dan TNI/Polri masih terus berupaya melakukan evakuasi terhadap sejumlah warga yang masih terjebak banjir.
"Saat ini seluruh tim masih terus melakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Namun, evakuasi sendiri mengalami sedikit hambatan lantaran terbatasnya alat yang ada saat ini," pungkasnya.
Sementara itu, hingga saat ini intensitas hujan di wilayah Kabupate Aceh Tamiang sendiri masih cukup tinggi. Sehingga, banjir masih berpotensi meluas ke sejumlah kawasan lain yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.
Baca Juga : Ratusan Rumah di Kecamatan Sei Lepan Terendam Banjir, Jaringan Komunikasi Terputus
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
