Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

114 Dapur MBG Siap Beroperasi, BGN Prioritaskan Wilayah 3T dan Kantong Stunting

BGN mengaktifkan 114 dapur Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T dan daerah stunting tinggi mulai pekan depan sebagai prioritas nasional.

Kepala BGN, Sudaryono. (Foto: istimewa)
Kepala BGN, Sudaryono. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA () akan mulai mengoperasikan 114 dapur Program () pada pekan depan. Seluruh dapur tersebut diprioritaskan untuk melayani wilayah dengan angka tinggi serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kepala , Sudaryono, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari percepatan implementasi program yang secara nasional menargetkan sekitar 13.000 titik dapur. Namun, operasional dilakukan secara bertahap berdasarkan kesiapan masing-masing lokasi.

Menurut Sudaryono, sebanyak 114 dapur yang telah siap beroperasi tersebar di sejumlah wilayah, antara lain , Nusa Tenggara Timur (), , Maluku Utara, dan Pulau .

"Minggu depan kami akan mengaktivasi lebih dari 100 titik, tepatnya sekitar 114 dapur yang sudah siap beroperasi. Lokasinya tersebar di , , , Maluku Utara, dan ," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, penentuan lokasi didasarkan pada tingkat kebutuhan masyarakat, terutama daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.

Dari sekitar 13.000 dapur yang direncanakan secara nasional, terdapat sekitar 1.700 titik yang berada di wilayah dengan kasus stunting tinggi maupun sangat tinggi. Karena itu, daerah tersebut menjadi prioritas utama dalam tahap awal pengoperasian.

"Daerah dengan stunting tinggi, stunting sangat tinggi, serta wilayah 3T akan menjadi prioritas pertama selama dapurnya sudah siap beroperasi," jelas Sudaryono.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial terkait pembukaan 13.000 dapur MBG.

Ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan target nasional, bukan berarti seluruh dapur akan mulai beroperasi secara bersamaan.

Menurutnya, BGN menerapkan strategi bertahap dengan mengutamakan lokasi yang paling membutuhkan agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat.

"Bukan berarti 13.000 dapur langsung aktif sekaligus. Kami memprioritaskan daerah yang paling membutuhkan, khususnya wilayah dengan angka stunting tinggi dan kawasan 3T," katanya.

BGN juga memastikan dapur-dapur yang telah beroperasi akan terus menjalankan pelayanan, sementara proses penambahan titik baru dilakukan secara berkelanjutan sesuai kesiapan infrastruktur dan sumber daya.

Melalui strategi tersebut, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru