Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Waspada Virus Nipah, Thailand Perketat Skrining Penerbangan dari India

Thailand perketat skrining penerbangan dari India guna cegah masuknya Virus Nipah. Simak protokol barunya di sini

Foto yang diabadikan pada 29 September 2023 ini menunjukkan terminal bandara satelit baru SAT-1 di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. (Foto: Xinhua/Rachen Sageamsak)
Foto yang diabadikan pada 29 September 2023 ini menunjukkan terminal bandara satelit baru SAT-1 di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. (Foto: Xinhua/Rachen Sageamsak)
A A

Nusantaraterkini.co, BANGKOK - Otoritas Penerbangan Sipil mengumumkan pihaknya akan menerapkan skrining menyeluruh untuk semua penerbangan yang tiba dari Benggala Barat, , daerah berisiko tinggi , mulai Senin (26/1/2025) pukul 00.00 waktu setempat untuk mencegah virus tersebut masuk ke Thailand.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (25/1/2026), otoritas tersebut mengatakan kebijakan skrining ini akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan perkembangan situasi.

Protokol-protokol utama yang saat ini berlaku meliputi maskapai penerbangan melakukan pemeriksaan kesehatan awal di titik keberangkatan. Penumpang yang menunjukkan gejala-gejala yang memerlukan tes lebih lanjut wajib menunjukkan sertifikat medis yang relevan sebelum menaiki pesawat dan harus mematuhi pedoman kesehatan masyarakat selama penerbangan.

Setibanya di , semua pelancong akan menjalani pemeriksaan suhu dan wajib mengisi formulir pernyataan kesehatan. Sejumlah pos pemeriksaan khusus telah didirikan di area garbarata di bandara-bandara yang telah ditentukan.

Menurut laporan media Thailand, penerbangan langsung beroperasi antara Kolkata di Benggala Barat dan tiga bandara utama Thailand, yakni Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket, di mana kebijakan skrining telah diterapkan.

Sejauh ini, belum ada kasus yang dilaporkan di Thailand, kata otoritas setempat pada Minggu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan kesehatan lainnya, virus Nipah terutama menyerang paru-paru dan otak. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, kantuk, kebingungan, dan koma, dengan tingkat kematian melampaui 40 persen di kalangan pasien terinfeksi.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait