nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Raka Buming Raka ditugaskan ke Afrika Selatan (Afsel) untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg menggantikan Presiden Prabowo.
Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio (Hensa) bependapat langkah ini terlihat seperti upaya Prabowo memberikan kesempatan bagi Gibran untuk unjuk kemampuan di panggung internasional sekaligus menjawab keraguan publik terhadap kapasitasnya sebagai wakil presiden.
“Prabowo kali ini terlihat seperti memberikan kesempatan kepada Gibran untuk membuktikan kualitasnya sebagai wakil presiden, yang selama ini publik pertanyakan,” kata Hensa, Sabtu (22/11/2025).
Baca Juga : Setahun Dampingi Prabowo, Gibran Harus Perbaiki Kualitas
Hensa juga memandang penugasan tersebut sebagai sinyal kuat bahwa Prabowo ingin menunjukkan soliditas duet kepemimpinan di pemerintahan yang baru berjalan sekitar satu tahun ini.
“Penugasan ini juga terlihat sebagai upaya Prabowo dalam meningkatkan citra pemerintahannya yang kompak,” ujar Hensa.
Lebih jauh Hensa menafsirkan, Prabowo ingin Gibran juga terlihat aktif berkontribusi nyata dalam menjalankan roda pemerintahan, bukan hanya sekedar menggantikan Prabowo menghadiri acara-acara seremonial.
“Prabowo bisa jadi juga ingin Gibran ikut sibuk mengurus Indonesia, selama ini kan publik menilai apa yang dikerjakan Gibran di luar seremonial itu tidak terlihat,” terangnya.
Meski demikian, Hensa memahami jika publik masih mempertanyakan keputusan mengirim Gibran ke KTT G20. Sebab, persepsi publik kini menyoroti perbedaan pengalaman dan kualitas kepemimpinan antara Prabowo dan Gibran.
“Wajar bila publik bertanya mengapa Gibran yang berangkat ke Afrika Selatan, karena selama ini publik menilai terdapat ketimpangan kualitas antara Prabowo dan Gibran dalam memimpin pemerintahan,” pungkasnya.
Baca Juga : Wagub Sumut Dampingi Wapres RI Gibran Tinjau Dua Desa Terdampak Banjir dan Longsor Tapsel
Bukan hanya Hadir, Tapi Aktif Berdialog
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini, berharap Wapres Gibran Rakabuming Raka tidak sekadar hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Afrika Selatan pada 22-23 November 2025.
Dia meminta Gibran aktif berdialog dan memanfaatkan forum internasional tersebut untuk menindaklanjuti komitmen kampanye.
Baca Juga : Debat Cawapres PEkan Depan, Gibran Tak Masalah Diremehkan
"Jadi bukan hanya hadir, tetapi aktif dalam dialog, membangun jejaring konkret dengan pemimpin lain, dan pulang dengan deliverable yang bisa diterjemahkan menjadi kerja sama nyata bagi investasi, lapangan kerja, dan transfer teknologi ke Indonesia," ujar Amelia.
Politikus NasDem menilai kehadiran Gibran sudah sesuai dengan konstitusi. Menurutnya, wakil presiden di periode-periode sebelumnya juga kerap hadir mewakili presiden dalam forum multilateral.
Dia mencontohkan Jusuf Kalla yang berulang kali mewakili Presiden Jokowi di Sidang Majelis Umum PBB dan berbagai forum tinggi PBB. Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Boediono juga pernah dipersiapkan menghadiri KTT G20.
"Jadi dari sisi preseden, kehadiran wapres di forum seperti ini adalah hal yang wajar, bukan sesuatu yang di luar koridor," kata Amelia.
Amelia menambahkan, KTT G20 di Johannesburg memiliki arti penting karena untuk pertama kalinya digelar di benua Afrika, dengan agenda besar mengenai kesetaraan, keberlanjutan, dan suara Global South. Indonesia sebelumnya pernah menjadi tuan rumah saat memegang Presidensi G20 di Bali.
"Harapan kami, dia membawa kesinambungan itu, memperkuat posisi Indonesia sebagai jembatan Utara-Selatan, mengangkat kerja sama Afrika-Asia, sekaligus menyuarakan kepentingan negara berkembang dalam isu pembiayaan iklim, ketahanan pangan, energi, dan tata kelola ekonomi digital," ujarnya.
Gibran bertolak menuju Johannesburg dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
Selama rangkaian KTT G20, dia disebut akan menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara. Gibran juga dijadwalkan menyampaikan pesan pidato Presiden Prabowo terkait penguatan hubungan dan kerja sama antarnegara.
(cw1/nusantaraterkini.co).
