nusantaraterkini.co, MEDAN - Tindakan tidak terpuji kembali dilakukan sekelompok warga Israel. Mereka merusak bantuan mie instan yang akan diberikan kepada warga di jalur Gaza, Palestina.
Atas tindakan itu, Amerika Serikat (AS) dan Inggris murka. AS sebut tindakan warga Israel sebagai penjarahan.
Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu setia Israel bereaksi usai pengunjuk rasa merusak bantuan untuk warga Gaza.
Penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan mengatakan, perilaku para pengunjuk rasa itu sama sekali tidak dapat diterima.
Baca Juga : Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza Dirusak, Indonesia Kutuk Aksi Warga Israel
Gedung Putih juga menyampaikan keprihatinannya kepada pemerintah Israel.
Menurut laporan di media Israel, kelompok aktivis Tzav 9 bertanggung jawab atas pengorganisasian protes tersebut.
Media Israel menggambarkan mereka sebagai kelompok sayap kanan yang berusaha untuk menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Laporan Sky News menyebutkan, bantuan untuk warga Gaza yang diangkut dengan truk dibiarkan jatuh di jalan raya usai diadang pengunjuk rasa Israel.
Lebih jauh ke selatan dari pos pemeriksaan, sejumlah truk terlihat ditinggalkan di sisi jalan, bantuan yang mereka bawa menumpuk di jalan.
Baca Juga : Prabowo dan Gibran Temui Pemimpin Qatar, Ini Hal yang Dibahas
Salah satu truk tampak dibakar dengan bagian depan kontainer telah hangus.
Menurut pihak yang mengorganisir unjuk rasa, bantuan yang dibawa konvoi truk akan langsung diterima oleh Hamas.
Mereka mengeklaim, jika bantuan terus dikirim, Hamas merasa memiliki kemungkinan untuk menguasai Jalur Gaza.
Pengunjuk rasa khawatir, Hamas tidak akan pernah tertarik untuk menyetujui kesepakatan yang akan menjamin pembebasan lebih dari 100 sandera Israel.
Perusakan truk berisi bantuan untuk warga Gaza juga menuai kritik dari Menteri Luar Negeri Inggris, Lord Cameron.
Ia menyerukan kepada Israel agar bertanggung jawab atas aksi para pengunjuk rasa sambil meminta negara itu untuk berbuat lebih banyak agar bantuan dapat masuk ke Gaza.
Baca Juga : Duda di Aceh Gantung Diri Gegara Lihat Wanita Idamannya Dibonceng Pria Lain
"Serangan-serangan yang dilakukan oleh para ekstremis terhadap konvoi-konvoi bantuan yang sedang dalam perjalanan menuju Gaza sungguh mengerikan," katanya.
"Warga Gaza terancam kelaparan dan sangat membutuhkan pasokan. Saya akan menyampaikan keprihatinan saya kepada pemerintah Israel,” tambahnya.
Aksi unjuk rasa terjadi di pos pemeriksaan Tarqumiya di sebelah barat Hebron saat truk pembawa bantuan datang dari Yordania untuk menuju Jalur Gaza.
Dalam video yang dirilis BBC, tampak bantuan makanan yang dirusak terdapat logo brand mi instan asal Indonesia.
Para pengunjuk rasa menurunkan kardus mie instan dari truk lalu membiarkannya berjatuhan di jalan.
Beberapa di antara mereka bahkan menginjak-injak kardus mie instan dan melemparkannya ke seberang jalan.
“Tidak ada makanan yang boleh masuk ke Gaza sampai para sandera Israel dikembalikan dalam keadaan sehat dan hidup,” ujar seorang pengunjuk rasa, Hana Giat (33).
