Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Usaha Rumah Tangga jadi UMKM Unggulan, Momo Hidupkan Cita Rasa Kampung dengan Sentuhan Modern

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Elvirida Lady Angel Purba
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Produk Kuliner Kampoengan./Ist

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Momo (45), seorang pengusaha kuliner bernama "Kampoengan" berhasil mengubah passion dan nostalgia akan makanan masa kecilnya menjadi sebuah bisnis kuliner yang berkembang pesat.

Berawal dari kegemarannya terhadap bagelan dan kopi hitam, Momo kini telah menciptakan berbagai produk kuliner dengan sentuhan modern namun tetap mempertahankan cita rasa kampung yang autentik.  

"Bagelan itu produk tempo dulu. Sekarang saya modifikasi dengan 10 varian yang lebih kekinian, dan kemasannya sudah mengikuti standar desain Indonesia. Semua produk saya sudah lulus uji dan legalitasnya lengkap," ungkap Momo saat diwawancarai melalui voice call messenger Rabu (20/11/2024). 

Baca Juga : Masakan Khas NTT Paling Populer, Perjalanan Rasa dari Asin hingga Manis

Produk kuliner yang dihasilkan, mulai dari bagelan hingga kue basah lainnya, kini tak hanya dijual melalui media sosial, tetapi juga sudah menjalin kerjasama dengan hotel-hotel untuk menyediakan coffee break dan sarapan.

Momo menyebutkan bahwa 60 persen penjualannya berasal dari media sosial yang menjadi kekuatan utama dalam pemasaran produk.  

Meskipun produksinya masih dilakukan di rumah dengan izin rumah tangga, Momo merasa bersyukur karena kini bisnisnya telah berkembang pesat. Ia bercerita bahwa setelah puluhan tahun bekerja di bidang kosmetik dan merasa tidak puas dengan penjualannya, ia memutuskan untuk terjun ke dunia kuliner pada tahun 2020.  

Baca Juga : Jelajah Rasa Lombok! Ini 10 Makanan Khas NTB yang Wajib Dicoba

“Awalnya saya nggak punya pengalaman kuliner, tapi saya suka makanan masa kecil saya, terutama bagelan. Saya mulai mencari bagelan yang saya suka di bakery, tapi akhirnya saya memutuskan untuk membuatnya sendiri,” kenang Momo.  

Namun, perjalanan bisnisnya tidak semulus yang dibayangkan. Ia mengakui bahwa awalnya ia salah dalam memulai bisnis kuliner tanpa memikirkan legalitas dan konsep UMKM yang tepat. Setelah mengikuti binaan dan pelatihan di Deli Serdang, Momo kini memahami pentingnya legalitas dan pembinaan yang mendukung pertumbuhan usaha.  

“Saya menyadari bahwa kuliner itu potensi bisnisnya besar, apalagi kalau sudah mengikuti konsep UMKM yang benar. Itulah yang membuat saya berkomitmen untuk terus konsisten dalam mengembangkan produk ini,” tambahnya.  

Kepercayaan masyarakat terhadap produk Momo semakin meningkat, bahkan kini ia berhasil memproduksi hingga 1.000 pcs per bulan, dan dalam beberapa acara seperti PON dan kegiatan dinas lainnya, angka tersebut bisa mencapai 30.000 pcs per bulan.

Dengan konsistensi dan kualitas, Momo kini sedang dalam proses perubahan status dari UMKM menjadi PT Perorangan dengan nama PT Kampungan Multi Kemakmuran.

“Alhamdulillah, meskipun saya mulai dari rumah dan tanpa outlet, dengan bantuan media sosial dan kerja sama dengan berbagai pihak, produk saya semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat,” ungkapnya penuh syukur.  

Dari perjalanan bisnis yang penuh tantangan, Momo berhasil membuktikan bahwa dengan tekad dan konsistensi, sebuah bisnis kuliner berbasis rumah tangga bisa berkembang menjadi UMKM unggulan yang terus berkembang.

(cw9/nusantaraterkini.co)