Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Update Longsor Taput, Wakil Bupati Bilang Dua dari 6 Kecamatan Paling Parah Terkena Bencana Alam

Editor:  Akbar
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Deni Lumbantoruan turut memantau lokasi desa yang terdampak dari bencana alam berupa banjir dan longsor, Jumat (28/11/2025). (Montase Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPUT - Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Deni Lumbantoruan turut memantau lokasi desa yang terdampak dari bencana alam berupa banjir dan longsor. Kepada nusantaraterkini.co, Jumat (28/11/2025) ia mengatakan saat ini status di Kabupaten Taput tanggap darurat.

“Di Taput, ada 6 daerah yang terkena bencana banjir dan tanah longsor,” katanya.

Untuk tanah longsor, kata orang nomor dua di Kabupaten Taput ini, yang paling parah itu ada di dua kecamatan, pertama Kecamatan Adian Koding dan kedua Kecamatan Parmonangan.

Memang, akunya, bencana alam yang terjadi di dua kecamatan ini menelan korban. “Kita turut berbela sungkawa atas kejadian bencana alam kepada para keluarga,” ujarnya.

Saat ini, katanya, pemerintah Kabupaten Taput sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjangkau daerah-daerah yang terluar mengingat banyak desa yang terputus jalur atau aksesnya yang disebabkan oleh tanah longsor dan jalan putus.

Baca Juga : Longsor di Taput, 9 Orang Meninggal dan 31 Lainnya Hilang

Baca Juga : Pembersihan Material Longsor Taput, Akses Jalan Sudah Terbuka Sampai Desa Sibalanga

Menganai apa yang paling utama dalam penanganan bencana alam terhadap warga, Wakil Bupati Taput menyatakan pihaknya akan memfokuskan untuk bahan makanan.

“Dan kita tengah berusaha secara estafet untuk mengantarkan bahan makanan, karene ini yang utama dibutuhkan warga. Pertama, kita akan menyalurkan bahan makanan untuk Kecamatan Adian Koting dan Kecamatan Parmonangan,” terangnya.

Mengenai apakah sudah berjalan, Deni mengaku untuk Kecamatan Adian Koting pihaknya sudah mulai menyalurkan bahan pangan. “Dan sampai saat ini, kita sudah siapkan bahan makanan serta alat komunikasi seperti di Desa Lubuk Pining, kita siapkan starlink juga,” katanya.

Tujuannya, kata Deni, agar masyarakat bisa memberitahukan konisi mereka kepada keluarga yang berada di luar Kabupaten Tapanuli Utara. “Kita juga sudah memasang starlink untuk Kecamatan Sibalanga, di sana kita juga akan memberikan genset di kantor desa agar masyarakat bisa berkomunikasi dengan keluarganya,” pungkasnya.

(Akb/nusantaraterkini.co)