Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Trump Tolak Usulan Putin Pindahkan Uranium Iran ke Rusia, AS Pertimbangkan Operasi Pasukan Khusus

Donald Trump tolak ide Putin pindahkan uranium Iran ke Rusia. AS pertimbangkan operasi khusus amankan nuklir

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri konferensi pers gabungan setelah mengakhiri pembicaraan mereka di Anchorage, Alaska, AS, pada 15 Agustus 2025. (Foto: Xinhua/Wu Xiaoling)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri konferensi pers gabungan setelah mengakhiri pembicaraan mereka di Anchorage, Alaska, AS, pada 15 Agustus 2025. (Foto: Xinhua/Wu Xiaoling)
A A

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) menolak usulan Presiden Rusia untuk memindahkan uranium yang diperkaya milik Iran ke Rusia sebagai bagian dari kesepakatan guna mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran, seperti dilansir sebuah situs web berita AS pada Jumat (13/3/2026).

Trump menolak usulan Putin dalam sebuah panggilan telepon sebelumnya pada pekan ini, menurut sejumlah sumber kepada Axios, situs web berita Amerika yang berbasis di Arlington, Virginia.

Dalam pembicaraan via telepon dengan Trump pada Senin (9/3/2026), Putin mengajukan beberapa gagasan, termasuk usulan terkait uranium, untuk mengakhiri perang, papar laporan tersebut.

"Ini bukan pertama kalinya usulan tersebut diajukan. Usulan itu belum diterima. Posisi AS adalah kami perlu memastikan uranium tersebut diamankan," kata seorang pejabat AS, seperti dikutip Axios.

Masih belum jelas apakah Iran akan menerima usulan tersebut saat ini. Dalam putaran terakhir perundingan sebelum perang, Iran menolak gagasan pemindahan tersebut dan mengusulkan pengenceran uranium di dalam fasilitas milik mereka di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/), menurut laporan tersebut.

Sejumlah laporan berita juga menyebutkan pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan pengiriman pasukan operasi khusus ke Iran untuk mengamankan atau menyita uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik negara tersebut.

Ketika ditanya dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Jumat mengenai adanya operasi yang dilakukan untuk merebut uranium yang diperkaya dari Iran, Trump menjawab tidak fokus pada hal itu.

"Namun, pada titik tertentu, kami mungkin akan melakukannya," katanya. 

(*/nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait