Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Timnas Gagal ke Piala Dunia, Komisi X Dorong Introspeksi dan Evaluasi Menyeluruh

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tom Haye menangis usai Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026. (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Timnas Indonesia akhirnya tersingkir dibabak keempat kualifikasi Piala Dunia (Pildun) zona Asia. Timnas babak belur usai dua laga dihantam Arab Saudi dan Irak di Stadion King Abdullah Sport City.

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan keprihatinannya tersebut. Lalu Ari pun menyebut kegagalan ini harus menjadi momentum introspeksi dan evaluasi menyeluruh.

Ia menekankan, meski kegagalan ini disayangkan, capaian timnas hingga babak keempat sudah menunjukkan peningkatan dan kemajuan bagi sepak bola Indonesia. Namun demikian, menurutnya pencapaian ini tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri.

Baca Juga : Beri Pesan Menyentuh, Jay Idzes: Bukan Akhir dari Perjalanan Timnas Indonesia

“Kegagalan kita ke Piala Dunia adalah pelajaran berharga untuk mempersiapkan tim lebih baik lagi ke depan. Ini sebenarnya sudah prestasi bagi timnas kita yang bisa sampai ke round 4. Tentu harus ada evaluasi ke depan, baik evaluasi strategi, evaluasi pemain, evaluasi pelatih,” ujar dia, Senin (13/10/2025).

Dia menambahkan, evaluasi tersebut tidak boleh sebatas retorika, melainkan harus konkret dan komprehensif, mencakup aspek teknis, manajerial, dan kelembagaan sepak bola nasional.

Lebih jauh, Lalu Ariapan bahwa kegagalan 2026 menjadi titik tolak yang memicu perbaikan menyeluruh agar Timnas Indonesia memiliki kesiapan yang lebih matang untuk Piala Dunia 2030.

Baca Juga : Patrick Kluivert Belum Tentukan Langkah Usai Gagal Antar Indonesia ke Piala Dunia 2026

“Semoga ke depan prestasi kita lebih baik lagi dan Piala Dunia 2030 harus kita persiapkan mulai saat ini,” ujar legislator Dapil NTB II itu.

Kendati demikian, Lalu Hadrian juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras PSSI, para pemain, dan pelatih selama proses kualifikasi. Menurutnya, setiap pihak yang berkontribusi harus dihargai, sekaligus diajak bersama-sama melakukan perbaikan ke depan.

(cw1/Nusantaraterkini.co)