Tetap Mengaspal di Usia 41 Tahun, Angkot Lawas 1985 Masih Setia Antar Warga Medan
Angkot produksi 1985 masih melayani rute Pulo Brayan-Marelan di Medan. Kisah sopir yang bertahan di tengah mahalnya biaya operasional menjadi inspiras
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Di tengah menjamurnya transportasi berbasis aplikasi dan kendaraan yang semakin modern, sebuah angkutan kota (angkot) berwarna hijau tua masih setia melintasi jalanan Kota Medan. Kendaraan produksi tahun 1985 itu menjadi saksi perjalanan puluhan tahun warga yang mengandalkannya untuk beraktivitas sehari-hari.
Angkot bernomor 73 tersebut melayani rute Pulo Brayan–Marelan Pasar V Terjun. Meski usianya telah mencapai 41 tahun, kendaraan itu tetap mengaspal setiap hari, membawa penumpang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pedagang, hingga ibu rumah tangga yang hendak berbelanja ke pasar.
Di balik kemudi, Walda, sang sopir, tetap menjalankan pekerjaannya dengan penuh semangat. Baginya, angkot tua itu bukan sekadar kendaraan, melainkan sumber penghidupan yang telah menemaninya mencari nafkah selama bertahun-tahun.
"Sudah lumayan lama saya bawa angkot ini. Kalau sedang ramai, sehari bisa membawa pulang sekitar Rp150 ribu," ujar Walda saat ditemui Nusantaraterkini.co, Sabtu (18/7/2026).
Meski usia kendaraan tak lagi muda, angkot tersebut masih mampu menjalankan tugasnya mengantar penumpang hingga ke tujuan. Kondisinya memang sederhana, tetapi tetap menjadi pilihan sebagian masyarakat yang mengutamakan tarif terjangkau dan akses menuju kawasan permukiman.
Bagi banyak warga Marelan, keberadaan angkot lawas ini juga menghadirkan nostalgia. Suara mesin yang khas, bangku sederhana, hingga warna hijau tuanya mengingatkan pada masa ketika angkutan kota menjadi moda transportasi utama masyarakat Medan.
Di tengah meningkatnya harga bahan bakar, biaya perawatan kendaraan, serta mahalnya suku cadang, mempertahankan angkot berusia lebih dari empat dekade tentu bukan perkara mudah. Namun, bagi Walda, kendaraan tua itu masih layak dipertahankan selama masih bisa mengantar penumpang dan menjadi sumber rezeki.
"Walaupun tua tapi masih layak. Tarikannya juga masih bagus. Masih bisa mengantarkan penumpang ke tujuannya," pungkasnya.
Kisah angkot lawas ini menjadi potret sederhana tentang ketangguhan masyarakat kecil yang terus bertahan menghadapi perubahan zaman. Saat banyak kendaraan lama telah pensiun, angkot hijau nomor 73 masih terus menyusuri jalan-jalan Kota Medan, menghubungkan perjalanan dan cerita kehidupan warganya setiap hari.
(Cw4/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·Beberapa detik yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSPastikan Pemenuhan Gizi Sesuai Standar, Kapolres Binjai Audit SPPG di Sendang Rejo
hendra·1 jam yang lalu -
POLITIKSoroti Ranperda Pajak, Fraksi PKS DPRD Medan Minta Pemko Jaga Daya Beli Warga
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWADemo DPRD Sumut, KAMMI Soroti Seleksi KPID dan Alokasi Dana Reses
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKNusron Wahid Akui Mundur dari Kepengurusan Golkar, Alasan Diserahkan ke Bahlil
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan