Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tender Whoosh Terindikasi Persekongkolan, Komisi VI DPR Desak Ketegasan Menteri BUMN Berantas Korupsi

Saya minta Pak Erick lebih tegas lagi untuk bersih-bersihnya

Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim. (Foto: istimewa)
Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim. (Foto: istimewa)
A A

, JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus adanya dugaan persengkokolan dalam pengadaan rangkaian kereta cepat Whoosh.

Menanggapi itu, Anggota Komisi VI Rivqy Abdul Halim mendesak Menteri BUMN, untuk menegakkan komitmennya untuk memberantas di lingkungan BUMN.

“Saya minta Pak Erick lebih tegas lagi untuk bersih-bersihnya," ujarnya, Kamis (19/12/2024).

Sebelumnya, temuan dugaan persengkokolan kereta cepat pertama di Indonesia tersebut disampaikan KPPU dalam Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) pada sidang perdana perkara Nomor 14/KPPU-L/2024 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 22 UU Nomor 5 Tahun 1999 terkait Pengadaan Transportasi Darat untuk Pemasokan EMU pada Proyek Jakarta Bandung High Speed Railways Project.

Perkara yang bersumber dari laporan masyarakat itu, teryata ada beberapa fakta yang ditemukan investigator. Salah satunya, investigator menemukan fakta bahwa terlapor yakni PT CRRC Sifang Indonesia dan PT Anugerah Logistik Prestasindo selaku panitia , tidak memiliki peraturan tertulis yang baku terkait tata cara pemilihan penyedia barang dan atau jasa.

Selain itu terlapor tidak melakukan penerimaan dan atau pembukaan dan atau evaluasi dokumen penawaran secara terbuka atau transparan. Terlapor I juga memenangkan peserta yang tidak memenuhi persyaratan kualifikasi.

Atas dasar itu Rivqy pun mendesak KPK segera turun tangan menindaklanjuti temuan investigator KPPU. Menurutnya persengkokolan ini mengindikasi proses tidak wajar yang mengarah pada tindak pidana .

“Saya dan masyarakat kecewa kalau teryata adanya dugaan persengkokolan itu,” sesal legislator dapil Jatim ini.

Ia mengatakan, praktik korupsi di dunia perkeretaapian bukan kali ini saja terjadi.

“Proyek pembangunan kereta api Trans Sulawesi juga pernah tersandung kasus,” tegasnya.

"Ya tidak ada pilihan lain kecuali diusut sampai ke akarnya. Kita semua tentu bangga punya kereta cepat Whoosh, tapi kalau ada korupsi di dalamnya itu tentu harus diusut,” pungkasnya.

(cw1/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait