Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi di Sumsel Naik Jadi 7,19 Persen

TPT lulusan perguruan tinggi di Sumsel mencapai 7,19 persen pada Mei 2026. Pemerintah dorong link and match dan peningkatan kompetensi.

Bagikan:
Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan. (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan. (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kelompok masyarakat berpendidikan tinggi di melonjak hingga menyentuh angka 7,19 persen per Mei 2026. Angka ini menunjukkan tantangan serius pada penyerapan akademis di wilayah Sumsel.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional () Mei 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, angka pengangguran pada lulusan Diploma IV, S1, S2, hingga S3 tersebut hampir dua kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan TPT makro Sumsel yang berada di level 3,60 persen. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan TPT penduduk berpendidikan SD ke bawah yang justru mencatatkan angka pengangguran terendah, yakni hanya 0,51 persen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumsel, , menyampaikan, secara umum masih tergolong baik karena berada di bawah rata-rata nasional. Meski demikian, lonjakan pengangguran pada menjadi indikasi kuat adanya fenomena di dunia kerja.

“Angka ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin sulit mendapatkan pekerjaan, tetapi lebih kepada adanya proses transisi dan kemungkinan mismatch antara kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar , Minggu (16/8/2026).

Merespons ketimpangan tersebut, mengintensifkan sinergi bersama Dinas Pendidikan, institusi perguruan tinggi, serta jajaran pemangku kepentingan industri guna memperkuat program .

“Langkah strategis dilakukan melalui peningkatkan pelatihan berbasis kompetensi, perluasan sertifikasi , serta penguatan layanan informasi penempatan kerja,” tuturnya.

Indra menegaskan jika fokus pemerintah daerah tidak sekadar mengejar angka penyerapan, tetapi memastikan lulusan terserap pada pekerjaan yang berkualitas dan relevan. Penguatan keterhubungan antara lembaga pendidikan dan dunia usaha menjadi penting agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan .

“Yang terpenting bagaimana struktur perekonomian dan penciptaan di Sumatera Selatan mampu menyediakan semakin banyak pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja berkompetensi tinggi,” pungkasnya. 

(Tia/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru