Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

PRI Tancap Gas Hadapi Verifikasi KPU, Wishnu: Kami Bukan Sekadar Kosmetik Politik

PRI menyiapkan rapimnas, verifikasi KPU, konsolidasi organisasi, hingga pencalonan legislatif untuk memperkuat langkah menghadapi Pemilu.

Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia (PRI) Bidang POKK, Wishnu Dewanto saat mengumumkan Pengurus Partai Rakyat Indonesia (PRI). Kamis (1/10/2026) (Foto: Luki Setiawan/Nusantaraterkini.co)
Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia (PRI) Bidang POKK, Wishnu Dewanto saat mengumumkan Pengurus Partai Rakyat Indonesia (PRI). Kamis (1/10/2026) (Foto: Luki Setiawan/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia () Bidang POKK, Wishnu Dewanto, menegaskan kesiapan partainya menghadapi sejumlah agenda politik besar, termasuk persiapan rapat pimpinan nasional, verifikasi KPU, hingga Pemilu legislatif.

Wishnu mengatakan, memiliki sejumlah tahapan strategis yang harus dipersiapkan secara matang agar partai tersebut dapat hadir sebagai kekuatan politik baru dan lolos menjadi peserta pemilu.

“Agenda pertama kita adalah bagaimana mempersiapkan rapat pimpinan nasional,” ujar Wishnu dalam peresmian Pengurus DPP Partai Rakyat Indonesia (PRI), Kamis (1/10/2026).

Ia menyebut rapat tersebut direncanakan berlangsung pada 7-9 November. Menurutnya, waktu persiapan yang relatif singkat harus dihadapi dengan soliditas dan kebersamaan seluruh pengurus.

Agenda berikutnya adalah menghadapi proses verifikasi administrasi dan verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Wishnu menekankan pentingnya kesiapan seluruh struktur dan sekretariat partai dalam menghadapi tahapan tersebut.

“Di situlah kita dipercaya sehingga kita dipastikan untuk bisa menjadi peserta Pemilu legislatif,” kata eks Anggota DPR ini.

Selain itu, PRI juga akan melakukan konsolidasi organisasi, termasuk pengesahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta pengukuhan kepengurusan DPP.

Wishnu mengatakan, seluruh agenda tersebut diarahkan untuk mempercepat pembentukan struktur partai, mempersiapkan verifikasi KPU, sekaligus menyiapkan calon legislatif.

Ia menegaskan, PRI tidak ingin sekadar menjadi pelengkap dalam dinamika politik nasional.

“Kita hadir di sini bukan hanya, jangan sampai menjadi kosmetik politik. Hadir tetapi tidak bisa mengubah banyak. Kita memang harus mewarnai ini dengan berbagai macam kebijakan,” tegasnya.

Terkait wacana parliamentary threshold sebesar 5 persen, Wishnu menyatakan PRI tidak mempermasalahkan gagasan tersebut. Ia mengaku telah berdiskusi mengenai wacana ambang batas parlemen itu dan melihat adanya sejumlah partai yang mulai membangun komunikasi terkait isu tersebut. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru