Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Subsidi Listrik Dicabut, Inflasi Sumatera Selatan Melejit 4,36 Persen pada Februari 2026

BPS catat inflasi Sumsel melonjak 4,36% akibat pencabutan subsidi listrik. Muara Enim jadi daerah tertinggi

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai, Selasa (3/3/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai, Selasa (3/3/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melonjak hingga 4,36 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Februari 2026, naik signifikan dibandingkan angka inflasi Januari sebesar 3,33 persen.

“Kenaikan inflasi ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan tidak berlakunya lagi subsidi atau diskon tarif listrik yang sempat diberikan pada 2025 lalu. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pada Maret dan April mendatang,” ujar Kepala , , Selasa (3/3/2026).

Wahyu menjelaskan jika pencabutan subsidi tersebut menciptakan efek basis rendah (low base effect) yang membuat angka inflasi tahun ini terlihat jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya sebesar 0,49 persen.

“Dari sebelas kelompok pengeluaran, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 22,93 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 14,53 persen,” jelasnya.

Data BPS menunjukkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga turut menyumbang inflasi sebesar 1,97 persen.

Secara komoditas, selain tarif listrik, lonjakan harga juga terjadi pada emas perhiasan, daging ayam ras, beras, hingga tomat.

"Dari total inflasi 4,36 persen yoy, tiga kelompok pengeluaran utama menyumbang andil gabungan sebesar 4,25 persen terhadap inflasi Sumsel secara keseluruhan," katanya.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten mencatatkan angka inflasi tahunan tertinggi di Sumsel mencapai 4,69 persen.

Sementara itu, tingkat inflasi terendah berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang tercatat sebesar 4,09 persen.

“Tekanan yang sama berpotensi kembali terjadi sehingga perlu langkah antisipasi yang cepat dari pemerintah daerah guna menjaga ,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru