Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

SPPG di Toba Disetop Sementara Usai Puluhan Siswa Mual dan Muntah Usai Santap MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) Pardomuan Nauli Laguboti, setelah puluhan siswa

Kondisi siswa yang mengalami dugaan keracunan MBG yang sedang di rawat Rumah Sakit di Laguboti, Kabupaten Toba, Kamis (16/10/2025). (Foto: dok Dinas Kesehatan Toba)
Kondisi siswa yang mengalami dugaan keracunan MBG yang sedang di rawat Rumah Sakit di Laguboti, Kabupaten Toba, Kamis (16/10/2025). (Foto: dok Dinas Kesehatan Toba)
A A

nusantaraterkini.co, MEDAN – () () , setelah di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, diduga usai menu (), pada Rabu (15/10/2025).

Berdasarkan salinan surat pemberhentian bernomor: 643/D.TWS/10/2025 yang ditandatangani oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah , Dr. Harjito, menyebutkan jika keputusan itu diambil usai koordinasi antara perwakilan BGN di Kabupaten Toba dengan Pemerintah Kabupaten Toba. 

Pardomuan Nauli yang berada di bawah naungan Yayasan Namora Tama Berkarya dinyatakan tidak beroperasi sementara waktu hingga evaluasi menyeluruh dilakukan oleh BGN bersama Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, Freddi Sevetry Sibarani, menjelaskan, makanan yang disajikan dalam program itu kini sedang diuji di laboratorium. Ia menyebutkan, menu MBG yang dikonsumsi siswa terdiri atas ikan mujahir asam manis, tempe, sayur pokcoy, dan buah semangka. Dari pemeriksaan awal, ditemukan bahwa buah semangka diduga sudah tidak segar.

“Para siswa datang dengan keluhan mual, muntah, dan pusing ke Puskesmas Laguboti. Saat ini sudah 34 orang terdata dan dirujuk ke RS HKBP serta RSUD Porsea untuk mendapatkan perawatan lanjutan,” kata Freddi saat dihubungi, Kamis (16/10/2025).

Menurut Freddi, gejala yang dialami para siswa di antaranya mual, muntah, pusing, nyeri ulu hati, dan sesak napas. Sebagian besar mengalami gejala beberapa jam setelah menyantap makanan MBG yang disalurkan oleh SPPG .

“Dari laporan tim yang mengambil sampel makanan, diduga buah semangka agak berlendir,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Toba menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut. Dalam keterangannya, pemerintah daerah bersama TNI/Polri langsung bergerak cepat melakukan penanganan terhadap para siswa terdampak. Beberapa korban dirawat di Puskesmas Laguboti, sementara lainnya dirujuk ke RSUD Porsea dan RS HKBP Balige.

Selain itu, Pemkab Toba menggelar rapat koordinasi dengan perwakilan BGN, SPPG, serta pemilik dapur MBG untuk membahas penanganan kesehatan dan tanggung jawab pembiayaan korban. Biaya perawatan akan ditanggung oleh pihak dapur SPPG, dan dapat disandingkan dengan BPJS jika korban terdaftar sebagai peserta.

“Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar ke depan ada standar yang harus dipenuhi sebagai pertimbangan BGN dalam memberikan izin dapur MBG,” tulis Pemkab Toba dalam keterangannya.

Hingga Kamis (16/10/2025), tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan Forkopimda masih melakukan monitoring kondisi para korban di rumah sakit dan puskesmas. Pemerintah juga menugaskan bidan desa untuk melakukan observasi terhadap siswa yang sudah pulang agar memastikan kondisi mereka benar-benar pulih.

(Cw7/Nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait