Komisi IX Soroti Kualitas Menu MBG yang Disajikan kepada Peserta Didik
Komisi IX DPR menyoroti kualitas menu dan sanitasi dapur program Makan Bergizi Gratis meski klaim keberhasilan MBG mencapai 99,99%.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menilai klaim Presiden Prabowo terkait keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 99,99% tidak perlu dipersoalkan. Menurutnya, yang lebih penting saat ini adalah memastikan program tersebut benar-benar berjalan aman dan memenuhi standar gizi anak.
“Saya kira untuk keberhasilan MBG saat ini perlu diapresiasi, soal klaim Pak Presiden sebaiknya tidak perlu dipermasalahkan, yang kami harus lakukan saat ini adalah memberikan dukungan dan pengawalan agar target pemerintah dapat dicapai untuk anak-anak Indonesia,” kata Irma Suryani, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga : Standar Layanan SPPG Didorong Diperkuat Sebelum MBG Digelar Serentak 2026
Irma yang juga politikus NasDem ini mengungkapkan, laporan kasus keracunan makanan akibat MBG saat ini sudah menurun signifikan. Namun, ia menyoroti masih adanya persoalan pada kualitas menu yang disajikan kepada peserta didik.
“Alhamdulilah untuk keracunan makanan memang sudah 80% dapat diminimalkan, tetapi untuk kecukupan gizi masih belum sesuai target, karena masih banyak menu yang tidak sehat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Komisi IX DPR masih menemukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tidak memenuhi standar sanitasi.
Selain itu, masih terdapat menu yang mengandung gula, garam, dan lemak (GGL) berlebihan, penggunaan susu impor, serta makanan berbahan pengawet seperti bakso dan roti.
“Ini yang masih menjadi PR kami di Komisi IX DPR, dan ini kami temukan di dapil-dapil kami masing-masing,” terang anggota BURT DPR ini.
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Komisi IX akan menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pada awal masa sidang. Rapat tersebut akan membahas standar gizi, kualitas menu, serta kondisi SPPG yang sanitasinya dinilai belum layak.
Baca Juga : Sederet Polemik Program MBG, Prabowo Diminta Evaluasi Anggaran Rp335 Triliun di 2026
“Jika dibiarkan akan jadi bom waktu jika SPPG pengap, sempit, dan sanitasinya buruk,” pungkas legislator dapil Sumsel II itu.
(Cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·57 menit yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·1 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
RELIGIPeringati Maulid Nabi, Rico Waas Ajak Warga Atasi Masalah Medan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIBupati Pasaman Barat Jenguk Korban Serangan Buaya di RSUD
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANRico Waas Minta Bangso Batak Jaga Budaya dan Rangkul Anak Muda
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSTNI Gagalkan Penyelundupan 16,4 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Paparkan Capaian Penanganan Bencana kepada Satgas PRR
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan