Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Andi Muawiyah Ramli (Amure), menyoroti fenomena "S Line" yang belakangan ini viral di media sosial.
Menurut Amure, tren tersebut sangat mengkhawatirkan, terutama bagi kalangan muda yang mudah terpengaruh arus budaya populer yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan dan moralitas.
Baca Juga : Gubernur Bobby Nasution Tampung Aspirasi Serikat Pekerja Buruh di Sumut
"Fenomena seperti ini bukan sekadar tren, tapi bisa menjadi celah masuknya gaya hidup permisif yang bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan dan karakter bangsa. Kita tidak bisa membiarkannya menjadi tontonan yang ditiru tanpa kontrol," ujar Amure, Jumat (18/7/2025).
Baca Juga : Rakor Tingkat Menteri, Menko PM Pastikan DTSEN Segera Terwujud
Ia pun menegaskan pentingnya peran semua pihak, baik lembaga pendidikan, tokoh agama, pemerintah, dan terutama orang tua, untuk lebih aktif memantau dan membimbing anak-anak mereka dalam menggunakan media sosial serta menyaring tontonan yang mereka konsumsi.
"Pendidikan karakter tidak cukup hanya di sekolah. Butuh sinergi seluruh elemen masyarakat agar generasi muda tidak kehilangan arah. Konten-konten bermuatan negatif yang berkedok hiburan harus disikapi dengan bijak," tambahnya.
Baca Juga : Pemerintah Kota Gelar Gotong Royong Serentak se-Kota Binjai
Amure juga mendorong pemerintah melalui kementerian terkait untuk melakukan edukasi digital secara masif, serta mendorong hadirnya konten kreatif yang sehat dan mendidik sebagai tandingan dari tren yang tidak mendidik.
Baca Juga : Bayar Tagihan PDAM Tirta Madina Kini Sudah Bisa Online
"Kita tidak bisa menutup akses internet, tapi kita bisa membentengi generasi muda dengan literasi digital, nilai agama, dan penguatan peran keluarga. Jangan sampai masa depan anak-anak kita dirusak oleh tontonan-tontonan yang merusak nilai-nilai luhur," pungkasnya.
Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan tren baru yang sedang viral, yaitu mengedit foto atau video dengan menambahkan garis merah di atas kepala seseorang. Tren ini, yang dikenal sebagai "S Line," terinspirasi dari drama Korea (drakor) terbaru berjudul S Line, sebuah serial bergenre thriller, misteri, dan fantasi yang dirilis pada 11 Juli 2025.
Baca Juga : Buronan Kasus Kejahatan Terhadap Anak Berhasil Ditangkap Tim Tabur Kejari Pematangsiantar
Fenomena ini telah menyebar luas di platform seperti TikTok, Instagram, dan X, memicu antusiasme sekaligus diskusi di kalangan netizen.
Baca Juga : Jelang Nataru, Pemkot Lhokseumawe Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil
Dalam drama S Line, garis merah yang muncul di atas kepala seseorang melambangkan jumlah pengalaman seksual atau yang sering disebut sebagai "body count."
Semakin banyak garis merah, semakin banyak pengalaman seksual yang dimiliki seseorang. Uniknya, jika garis merah terhubung dengan orang lain, itu menandakan bahwa keduanya pernah menjalin hubungan intim.
(cw1/nusantaraterkini.co)
