SMA Negeri 1 Matauli Pandan Terapkan Kurikulum IB, Khusus kepada 46 Siswa
Dalam kurikulum IB siswa didorong untuk menjadi kreatif, berfikir kritis dan reflektif
Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, menerapkan Kurikulum IB (International Baccalaureate) khusus kepada 46 siswa-siswi yang mendapatkan beasiswa.
Siswa-siswi tersebut terbagi dari 20 orang yang lolos seleksi Talent Scouting khusus anak-anak Sibolga dan Tapteng, 20 orang lagi lolos seleksi jalur reguler dan 6 orang siswa dari Yayasan Kader Bangsa Indonesia.
Kepala Sekolah Matauli, Deden Rachman mengungkapkan kurikulum IB adalah kurikulum tersulit di dunia.
Baca Juga : DPR Minta Kurikulum AI dan Koding Masuk Pesantren
"Kita sangat bersyukur 20 anak-anak Sibolga-Tapteng berkesempatan mengikuti kurikulum tersulit dan termahal di dunia," ucapnya, Sabtu (9/8/2025)
Dalam kurikulum IB siswa didorong untuk menjadi kreatif, berfikir kritis dan reflektif. Penerapan kurikulum tersebut, siswa sehari-harinya menggunakan bahasa Internasional yakni Bahasa Inggris.
Deden juga menjelaskan bagi SMA Matauli, kurikulum IB adalah hal yang baru namun berusaha untuk diterapkan.
"Ini adalah hal baru, namun kita sama-sama belajar, tidak hanya siswa namun guru-guru pun harus mampu meningkatkan kompetensinya, pengetahuan, ketrampilan mengajar, strategi pembelajaran dan yang terpenting kepribadian bapak ibu gurunya" ujarnya.
Baca Juga : DPR dan Pemerintah Didorong Bentuk Kurikulum Ajarkan Anak Berani Terhadap Bentuk Pelecehan
"Dari seleksi yang kita lakukan pada guru-guru Matauli ada 5 yang mempunyai kualifikasi IB, namun lagi kita latih dan traning hingga menguasai sepenuhnya program IB," timpalnya.
Ia berharap ke-46 siswa yang mendapatkan beasiswa, murni dibiayai oleh yayasan tanpa ada biaya sedikitpun dari orangtua dapat menjadi bibit-bibit pemimpin generasi penerus bangsa.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Alexander Sinulingga yang hadir dalam Pelantikan Peserta Didik Baru Angkatan ke 32, SMA nusantaraterkini.co/tag/negeri-1-matauli-pandan" class="article-tag-link" rel="tag">Negeri 1 Matauli Pandan mengapresiasi begitu banyaknya pendaftar, yang berasal dari luar Sumut.
Ia berharap kepada Yayasan maupun Kepala Sekolah agar lebih memperhatikan siswa-siswi yang menempuh pendidikan di Sekolah Matauli Pandan.
"Tidak terjadi tindakan bullying yang mengakibatkan adanya kekerasan verbal ataupun kekerasan fisik, lebih dibekali dengan pendidikan keagamaan sesuai dengan keimanannya masing-masing," imbuhnya.
"Dan kepada anak-anak jauhi narkoba, radikalisme dan masalah LGBT," tutupnya.
(Jjm/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAMomen Selebrasi Ikonik Prabowo Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Rozie Winata·37 menit yang lalu -
-
POLITIKDPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Ketenagakerjaan ke Paripurna
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
-
EKONOMIStabilitas Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
SEPAKBOLAPresiden FIFA Temui Prabowo di Istana, Puji Indonesia Tuan Rumah Luar Biasa
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPemerintah Daerah Angkat Bicara Soal Isu Kematian Driver Ojol yang Diduga Terdampak ISPA
Fadli Tara·9 jam yang lalu -
KOTA MEDANRico Waas Pantau Rehabilitasi 111 Rumah Tidak Layak Huni
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi BRI Kisaran, Ahli: Korupsi Bukan Sekadar Kredit Macet
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
POLITIKSampaikan Catatan, DPRD Medan Tegaskan APBD Harus Kembali ke Rakyat
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan