nusantaraterkini.co, JAKARTA - Puluhan siswa di Cianjur dilarikan ke rumah sakit, diduga alami keracunan massal usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG).
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago menilai jika persoalan kerancunan makanan dialami siswa saat menyantap MBG adalah bukti ketidakprofesional dari pihak kontraktor penyalur yang pastinya sudah mendapat izin dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga : Ibu Guru Ditetapkan Tersangka Imbas Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Pelajar Pria
"Memang tidak gampang mengelola makan bergizi gratis (MBG) jika tidak hati-hati dan profesional (tegas, lugas dan bijak) syarat kontraktor harus yayasan justru biang keladi masalah, institusi nirlaba tidak bisa dikelola oleh oknum-oknum finacialnya kecil!," kata Irma, Selasa (22/4/2025).
"Sehingga banyak yang tidak bertanggung jawab karena anggapan institusi sosial," imbuh politikus NasDem ini.
Lebih lanjut Irma pun meminta agar pengelolaan MBG sebaiknya dikembalikan saja pada perusahaan professional sehingga tindakan hukum, hak dan tanggungjawab bisnisnya jelas.
Baca Juga : Kapolsek Bukit Raya Dicopot Imbas Debt Collector Lakukan Perusakan Mobil Debitur di Halaman Polsek
Selain itu, Irma pun memastikan jika pihaknya akan segera memanggil BGN untuk dapat meminta penjelasan langsung soal maraknya keracunan makanan ini.
"Tentu kami akan memanggil BGN dan Menegaskan kembali tentang tata Kelolanya," tandas legislator dapil Sumsel II ini.
Sebelumnya, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian membenarkan kejadian puluhan siswa di Cianjur keracunan usai menyantap MBG.
"Iya, jadi ada beberapa siswa yang mengalami keluhan, di antaranya mual, muntah dan diare," tuturnya.
Terhadap kasus keracunan massal ini, Wahyu mengungkapkan langkah apa yang akan dilakukan.
"Saat ini kan kita dalam pengecekan dulu, kita akan mendalami, termasuk juga kita harus objektif melihat dari hasil-hasil dan kita akan sesuai dengan hasil lab nanti bagaimana hasilnya, sekarang kita belum bisa menyimpulkan," katanya.
(cw1/nusantaraterkini.co).
