Nusantaraterkini.co, MEDAN - Aksi unjuk rasa yang digelar aliansi pedagang dan konsumen daging babi di depan Kantor Pemerintah Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis (26/2/2026), diwarnai keluhan terkait gangguan jaringan telepon seluler dan internet.
Sejumlah peserta aksi mengaku kesulitan mengakses internet dan melakukan panggilan saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor Wali Kota Medan. Mereka menduga sinyal telekomunikasi di sekitar lokasi aksi sengaja diacak.
“Kami mendapat informasi dari teman-teman bahwa sinyal HP hari ini diacak. Sulit kami memberikan informasi. Telepon juga tidak bisa tembus,” ujar Koordinator Aksi, Lamsiang Sitompul, Kamis (26/2/2026), dalam orasinya.
Baca Juga : Ribuan Pedagang dan Konsumen Babi Geruduk Kantor Wali Kota Medan, Minta Cabut Surat Edaran
Pantauan di lapangan, gangguan sinyal dirasakan sejak massa mulai memadati area kantor wali kota sekitar pukul 14.00 WIB. Beberapa peserta aksi terlihat berpindah-pindah tempat untuk mencari jaringan, namun tetap mengalami kendala.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas surat edaran yang dinilai merugikan pedagang dan konsumen daging babi. Massa menuntut agar surat edaran tersebut dicabut karena dianggap berdampak pada distribusi dan penjualan.
Lamsiang dalam pernyataannya mengatakan, selain meminta pencabutan surat edaran, pihaknya juga mendesak adanya dialog terbuka dengan Wali Kota Medan.
Baca Juga : Mahasiswa Kembali Geruduk Kantor Gubernur Sumut, Minta Robohkan Diskotek Blue Night
“Kami datang baik-baik untuk menyampaikan aspirasi. Jangan sampai hak kami untuk bersuara justru dibatasi (karena sinyal diacak)," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Medan terkait dugaan pengacakan sinyal tersebut. Aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi aksi untuk mengamankan jalannya unjuk rasa.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat, meski massa sempat memblokade sebagian akses jalan di depan kantor wali kota. Para peserta aksi menyatakan akan kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direspons.
(Cw2/Nusantaraterkini.co).
