Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Serie A : Comeback Dramatis, AC Milan Kalahkan Parma 3-2

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Momen pelanggaran Zion Suzuki kepada Strahinja Pavlovic dalam laga pekan ke-22 Liga Italia 2024-2025 antara AC Milan vs Parma di Stadion San Siro, Minggu (26/1/2025).(AFP/PIERO CRUCIATTI)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - AC Milan arahan Sergio Conceicao kembali menunjukkan kemampuan melakukan comeback. Milan menang 3-2 atas Parma usai sempat dua kali tertinggal.

Skor 3-2 menjadi hasil akhir laga pekan ke-22 Liga Italia 2024-2025 antara AC Milan vs Parma di Stadion San Siro, Minggu (26/1/2025).  

Parma yang sukses mengalahkan Milan 2-1 pada pertemuan pertama musim ini di Ennio Tardini, sempat membuat publik San Siro tersentak.

Pada menit ke-24, tim tamu beralias Il Crociati (Tim Salib) mampu unggul lebih dahulu melalui sepakan kaki kiri terukur Matteo Cancellieri.

Gol Cancellieri itu bermula dari momen bek sayap kiri Milan Theo Hernandez terpeleset.

Baca Juga : Jojo dan Fajar/Rian Gagal Juara di Indonesia Masters 2025, Thailand Raih 2 Gelar

Cancellieri pun bisa leluasa menguasa bola dan melepas tembakan ke pojok kiri gawang Il Rossoneri (Si Merah-Hitam).

Tak lama berselang, Milan bisa menggetarkan jala gawang Parma usai Alvaro Morata meneruskan sodoran Youssouf Fofana.

Namun, gol pada menit ke-26 itu tak disahkan karena Morata sudah terjebak offside.  Milan baru benar-benar bisa menyetarakan skor jadi 1-1 pada menit ke-38 melalui sepakan penalti Christian Pulisic.

Penalti diberikan wasit usai kiper Parma asal Jepang, Zion Suzuki, membuat pelanggaran konyol dengan mendorong bek Milan, Strahinja Pavlovic.

Rossoneri sejatinya punya kans bagus untuk balik memimpin andai sepakan Tijjani Reijnders pada menit ke-43 tak dimentahkan oleh Zion Suzuki.

Pada jeda babak, pelatih Milan, Sergio Conceicao, membuat keputusan berani dengan menarik keluar dua pemain kunci di sisi kiri, yakni Theo Hernandez dan Rafael Leao.

Sebagai gantinya, Conceicao memasukkan Davide Bartesaghi dan Ismel Bennacer. Beberapa menit kemudian, Conceicao juga memasukkan Tammy Abraham  dan Samuel Chukwueze untuk menggantikan Alvaro Morata serta Youssouf Fofana.

Kendati demikian, perubahan yang diinginkan Conceicao tak segera terjadi. Milan masih kesulitan menembus pertahanan Parma.

Parma justu kembali membuat publik San Siro terdiam pada menit ke-80, ketika Enrico Del Prato mencetak gol, usai memaksimalkan bola muntah hasil tembakan Drissa Camara.

Baca Juga : Petenis Jannik Sinner Pertahankan Gelar Usai Menang di Final Australian Open 2025

Proses gol tersebut diawali oleh operan tanggung Ismael Bennacer kepada Yunus Musah yang berhasil dicuri pemain Parma.

Rossoneri kemudian sempat menjebol gawang Parma pada menit ke-88 via tandukan Strahinja Pavlovic, menyusul operan silang Chukwueze.

Namun, gol itu dianulir karena Pavlovic sudah berada di posisi offside. Gelandang keturunan Indonesia Tijjani Reijnders, memastikan asa Milan terus menyala usai bikin gol pada menit ke-90+2 melalui sepakan mendatar ke arah tiang dekat.

Gol Samuel Chukwueze pada menit ke-90+5 lalu membalikkan keadaan untuk Milan. Ia menyontek tandukan dari Pavlovic dan memastikan kemenangan 3-2 untuk kubu tuan rumah.

Hasil ini menegaskan kemampuan Milan arahan Sergio Conceicao untuk bangkit dari ketinggalan. Conceicao tercatat telah tujuh kali mendampingi Milan berlaga di semua ajang.

Hasilnya, Rossoneri meraup lima kemenangan, satu skor imbang, dan satu kekalahan. Dalam empat dari lima laga yang berujung kemenangan itu, Milan tercatat kemasukan lebih dahulu. (rsy/nusantaraterkini.co)