Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Satpol PP Madina Dianggap Lecehkan Perda, Penertiban Pedagang Setengah Hati

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Muhammad Reza
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Forum Mahasiswa Pemikir Madina, Alwiansyah Nasution.(Foto: Istimewa)

Nusantaraterkini.co, MADINA - Aksi penertiban yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di kawasan belakang Madina Square atau Jalan Lingkar Pasar Lama, Panyabungan, beberapa waktu lalu, seakan tidak berdampak permanen.

Fakta di lapangan menunjukkan, aktivitas perdagangan kembali marak di lokasi yang sama, memunculkan tanda tanya atas konsistensi penegakan peraturan.

Hal ini dianggap Forum Mahasiswa Pemikir Madina (FMPM) sikap Satpol PP melecehkan Peraturan Daerah yang mereka jaga.

Baca Juga : DPRD Madina Turun ke Pasar Baru Panyabungan Tanggapi Keluhan Pedagang

Berdasarkan pantauan, para pedagang kembali berjualan di area yang sebelumnya telah dirazia. Hal ini bertolak belakang dengan tujuan awal operasi penertiban, yaitu untuk mengosongkan area tersebut dari kegiatan berjualan.

Kondisi ini memicu kritik dari Alwiansyah Nasution, Ketua Forum Mahasiswa Pemikir Madina (FMPM). Ia mempertanyakan efektivitas dan komitmen Satpol PP dalam menjalankan fungsinya.

“Yang terlihat, Satpol PP Madina terkesan membiarkan aturan melemah. Pertanyaan sederhananya, di mana Satpol PP Madina ketika pelanggaran terjadi berulang?,” ujar Alwiansyah, Senin (15/9/2025).

Baca Juga : Soal Penyederhanaan Penebusan Beras SPHP Komisi IV: Harusnya Dipermudah dan Jangan Dipersulit

Menurutnya, fungsi utama Satpol PP sebagai penegak Perda dan peraturan daerah menjadi tumpul jika terjadi pembiaran.

Ia menegaskan bahwa penegakan aturan harus dilakukan secara tegas, konsisten, dan bijaksana untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya mematuhi regulasi.

“Permintaan kami sederhana. Satpol PP harus tegas dan berani menegakkan aturan tanpa pandang bulu. Jangan sampai ada kesan tebang pilih atau berpangku tangan. Masyarakat justru akan belajar taat aturan jika konsistensi ini dijaga,” tegasnya. 

(mra/nusantaraterkini.co)