Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sahur di Pengungsian, Warga Desa Sekumur Tetap Semangat dan Bersyukur Jalani Ramadan

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana warga saat tengah makan sahur di posko pengungsian yang ada di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (19/2/2026) subuh. (muhammad alfi/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coACEH TAMIANG - Sejumlah warga di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang harus menjalani bulan Ramadan di posko pengungsian. Suasana ini pun terlihat saat sahur di hari pertama Ramadan 1447 H, Kamis (19/2/2026).

Dengan segala keterbatasan dan kesederhanaan yang ada, sejumlah warga yang masih tetap harus bertahan di posko pengungsian ini pun begitu lahap menikmati hidangan sahur berupa daging sapi yang mereka masak secara mandiri. Mereka tetap bersemangat untuk menjalani makan sahur sebelum prosesi ibadah puasa yang akan dilakukan di hari pertama Ramadan ini.

Baca Juga : Ramadan Pertama, Pedagang Takjil di Aceh Tamiang Diserbu Warga

Rudi Hendri, salah seorang warga yang berada di posko pengungsian, mengatakan, meskipun berbeda dari tahun sebelumnya, ia tetap bersyukur. Sebab, kata dia, masih bisa sahur untuk berpuasa dalam situasi pascabencana banjir yang dialaminya beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Rumah Hanyut Disapu Banjir, Mak Sari Tetap Semangat Mengais Harapan di Balik Meja Takjil Tenda Pengungsian

"Walaupun sahur kali ini harus di tenda pengungsian, tapi saya masih bersyukur. Dan saya merasa senang, karena masih bisa menjalani ibadah puasa di tahun ini," ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Lebih lanjut, Hendri pun berharap agar rumahnya yang sebelumnya hancur setelah diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu ini, dapat segera dibangun kembali. Sehingga, katanya, oa bersama warga lainnya bisa hidup normal kembali seperti biasanya.

Baca Juga : Nestapa Warga Sekumur Jalani Puasa Tanpa Rumah yang Tersisa, Panasnya Tenda Pengungsian Tak Jadi Halangan

"Kalau biasanya kita sahur sama keluarga di rumah, kali ini terpaksa harus di posko pengungsian. Saya berharap, bisa lah segera dibangun kembali rumah kami yang hancur itu," harapnya.

Baca Juga : Desanya Hilang Diterjang Banjir, Warga Desa Sekumur Tetap Antusias Jalani Salat Tarawih Perdana

Sementara itu, usai melakukan makan sahur di tenda-tenda pengungsian, para warga ini pun kemudian melanjutkan kegiatan ibadah sholat subuh di Masjid Baitul Makmur, yang berada tepat di samping area posko pengungsian.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)