Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Nestapa Warga Sekumur Jalani Puasa Tanpa Rumah yang Tersisa, Panasnya Tenda Pengungsian Tak Jadi Halangan

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penampakan posko pengungsian yang ada di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (19/2/2026) siang. (Foto : Muhammad Alfi/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Di tengah bencana alam Hidrometrologi yang belum juga usai, sejumlah warga di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, masih harus menjalani ibadah puasa ramadan di tenda posko-posko pengungsian.

Diceritakan Siti Sarah (52), salah seorang warga yang saat ini masih bertahan di posko pengungsian yang ia bangun secara mandiri bersama suami dan anaknya itu, terpaksa harus menjalani ibadah puasa dengan situasi yang memilukan.

Baca Juga : Ramadan Pertama, Pedagang Takjil di Aceh Tamiang Diserbu Warga

Teriknya matahari mengakibatkan hawa yang ada di dalam posko pengungsian menjadi begitu panas. Meskipun begitu, dirinya masih tetap teguh untuk menjalani ibadah puasa di hari pertama ramadan ini.

Baca Juga : Rumah Hanyut Disapu Banjir, Mak Sari Tetap Semangat Mengais Harapan di Balik Meja Takjil Tenda Pengungsian

Penampakan posko pengungsian yang ada di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (19/2/2026) siang. (Foto : Muhammad Alfi/nusantaraterkini.co)

"Ya kondisinya beginilah, kalau siang gini pasti hawa di dalamnya sangat panas. Tapi mau gimana lagi, saat ini rumah kami sudah gak ada lagi akibat tersapu banjir kemarin," ungkapnya, Kamis (19/2/2026) siang.

Selain itu, Siti Sarah juga mengungkapkan jika dirinya berharap agar pemerintah dapat segera membangun kembali tempat tinggal mereka yang hilang agar dapat kembali hidup normal seperti sediakala.

"Saya cuma berharap adalah bantuan untuk membangun rumah kami kembali. Kalau itu sudah dibangun, kan nanti kami lebaran bisa berkumpul di rumah lagi seperti dulu," harapnya.

Terpisah, Datok Kampung Sekumur, Sofyan mengatakan, jika masih banyak warga desanya yang saat ini masih memilih bertahan di posko pengungsian dalam menjalani ibadah puasa.

Sebab, hingga kini belum satu bantuan pun yang masuk ke kampungnya untuk membangun kembali rumah warga yang hilang akibat banjir.

"Seperti yang kita lihat sendiri lah bang, masih banyak yang bertahan di tenda pengungsian. Kalau pun ada yang membangun kembali rumah mereka, itu dilakukan secara mandiri," jelasnya.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)