Rumah Hanyut Disapu Banjir, Mak Sari Tetap Semangat Mengais Harapan di Balik Meja Takjil Tenda Pengungsian
Kehilangan rumah akibat banjir, Mak Sari (65) tetap tegar berjualan takjil di pengungsian Aceh Tamiang demi bertahan hidup
Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Dibalik tenda-tenda pengungsian yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, terdapat seorang wanita paruh baya yang masih terus berjuang bertahan hidup dalam situasi pascabencana banjir yang tak kunjung usai.
Dialah Sari atau yang akrab dipanggil Mak Sari (65) warga Kampung Banjir, Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam situasi puasa di hari pertama ramadan ini, ia pun tetap bersemangat mencari rezeki dengan berjualan di tengah-tengah tenda pengungungsian yang terletak tepat dibelakang Kantor Bupati Aceh Tamiang, Jalan Ir. H.Juanda, Kecamatan Karang Baru.
Berbekal bantuan meja dan kursi plastik dari Kementrian Sosial, ia pun berjualan sejumlah makanan dan minuman untuk kebutuhan takjil berbuka puasa bagi warga sekitar khususnya yang ada di tenda pengungsian.
Sejak pukul 13.00 WIB, Mak Sari yang dibantu seorang anak perempuannya ini pun telah sibuk mempersiapkan barang dagangannya berupa mie pecel dan beberapa jenis makanan berbuka puasa lainnya.
"Sebelum bencana banjir ini, biasa kami jualan takjil di daerah kampung banjir sana. Cuma karena situasi bencana ini kami jualan di sini. Itu pun karena ada bantuan kemarin dari Kemensos berupa meja sama tenda ini, jadi kami bisa jualan," ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Sementara itu, sembari memasak takjil dagangannya, Mak Sari pun turut menceritakan kepada Nusantaraterkini.co, dampak bencana yang menyebabkan dia kehilangan tempat tinggalnya yang tersapu bandang pada 26 November 2025 lalu.
"Rumah kami sudah hanyut kebawa banjir, kemarin ketemu rumah kami di belakang sini. Cuma kan ya udah gak bisa lagi di apa-apain," ungkapnya.
Meskipun begitu, Mak Sari yang merupakan seorang janda ini, kini telah mendapat hunian sementara yang dibangun oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) tepat dibelakang kantor DPRK Aceh Tamiang.
"Alhamdulillah sudah lebih dua minggu ini saya udah dapat bantuan hunian sementara, jadi untuk saat ini saya tinggal di sana," katanya.
Dari hasil berjualan di posko pengungsian ini, Mak Sari berharap dapat mengumpulkan keuntungan lebih dari Rp100 ribu setiap harinya untuk bertahan hidup di situasi pascabencana saat ini.
"Ya alhamdulillah lah, ada untungnya dari berjualan selama ini. Apalagi ini kan dalam situasi ramadan dan bentar lagi mau lebaran, jadi masih ada pemasukan walaupun gak banyak," pungkasnya.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALTegur Suami Gegara Judi, Istri di Jakbar Dianiaya hingga Disundut Bara Rokok
hendra·21 menit yang lalu -
NASIONALHasto Ungkap PDIP Intensif Lobi Fraksi DPR, Dorong Tindak Lanjut Putusan MA soal Gibran
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUsai Pesta Miras, Pria di Maros Tikam Keponakan hingga Kritis gegara Salah Paham soal Gaji
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSDKPP Terima 5 Aduan soal Pencalonan Gibran, Dua Siap Masuk Tahap Persidangan
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·4 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWSPengurus JMSI Karo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pemkab
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSPara Eks Dankor Brimob Sambangi Kapolri, Ini Pesan Penting PKBB untuk Polri
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan