Rupiah Naik ke Rp17.873, Dolar AS Masih Jadi Ancaman di Perdagangan Hari Ini
Rupiah menguat tipis ke Rp17.873 per dolar AS. Namun, analis memperkirakan rupiah kembali tertekan akibat penguatan dolar AS dan sentimen FOMC.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Kamis (8/10/2026) dengan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah tercatat berada di level Rp17.873 per dolar AS.
Posisi tersebut menguat 14 poin atau sekitar 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah turut mendapat dukungan dari pergerakan sejumlah mata uang Asia yang juga terapresiasi terhadap dolar AS. Yuan China menjadi salah satu yang menguat paling tinggi, yakni 0,7 persen.
Diikuti peso Filipina yang naik 0,6 persen dan dolar Singapura yang menguat 0,6 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia terapresiasi 0,3 persen.
Mata uang regional lainnya juga bergerak positif. Yen Jepang menguat 0,16 persen, won Korea Selatan naik 0,15 persen, sedangkan dolar Hong Kong bertambah 0,1 persen.
Penguatan juga terjadi pada sejumlah mata uang negara maju. Euro naik 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, sementara dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing naik 0,05 persen dan 0,01 persen. Franc Swiss juga tercatat menguat 0,14 persen terhadap dolar AS.
Meski demikian, penguatan rupiah dinilai masih menghadapi risiko pembalikan arah. Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah berpotensi kembali melemah pada perdagangan hari ini.
Menurut Lukman, dolar AS memperoleh tenaga baru setelah risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sikap bank sentral AS yang cenderung hawkish.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah risalah pertemuan FOMC yang hawkish,” ujar Lukman.
Sentimen pasar juga akan dipengaruhi oleh sejumlah agenda ekonomi yang dijadwalkan dirilis hari ini. Salah satunya adalah data kepercayaan konsumen yang dapat menjadi perhatian investor dalam menentukan arah perdagangan mata uang.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS sepanjang perdagangan Kamis.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat bergantung pada kekuatan dolar AS serta respons pasar terhadap perkembangan kebijakan moneter Federal Reserve dan data ekonomi Amerika Serikat.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALHUT ke-22 DPD RI, Sultan Najamudin Dorong Aksi Donor Darah Serentak di 38 Provinsi
Rozie Winata·26 menit yang lalu -
EKONOMIRupiah Naik ke Rp17.873, Dolar AS Masih Jadi Ancaman di Perdagangan Hari Ini
hendra·50 menit yang lalu -
-
KRIMINALSatresnarkoba Polres Padangsidimpuan Serahkan Tiga Tersangka Narkotika ke Kejari
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Bekuk Buronan Curanmor Lintas Wilayah di Banyuasin, Satu Pelaku Masih DPO
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
OLAHRAGAUsai Asian Games 2026, DPD Desak Evaluasi Total Pembinaan dan Anggaran Olahraga Nasional
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALEmosi Tak Diberi Uang Beli Sabu, Pemuda di Palembang Tega Aniaya dan Ludahi Ibu Kandung
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
-
KRIMINALKedapatan Simpan Sabu, Pria Paruh Baya di Lubuk Pakam Diciduk Polisi
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan