Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.920 per Dolar AS, Pasar Nantikan Keputusan Suku Bunga BI
Rupiah menguat tipis ke Rp17.920 per dolar AS pada awal perdagangan. Pasar menanti hasil RDG Bank Indonesia di tengah sentimen global.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah memulai perdagangan Selasa (21/7/2026) dengan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meski bergerak positif, mata uang Garuda masih berada di sekitar level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang terus menjadi perhatian pelaku pasar.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka menguat 0,06 persen ke level Rp17.920 per dolar AS. Pergerakan ini menjadi sinyal positif setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup melemah 0,25 persen di posisi Rp17.930 per dolar AS.
Dalam sesi perdagangan Senin (20/7/2026), rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.990 per dolar AS sebelum berhasil memangkas pelemahan menjelang penutupan pasar.
Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) tercatat menguat sekitar 0,18 persen pada pukul 09.00 WIB dan bergerak mendekati level 101. Penguatan dolar menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang negara berkembang masih cukup besar, meski rupiah mampu mencatatkan apresiasi pada awal perdagangan.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global yang memengaruhi arah pergerakan nilai tukar. Salah satunya adalah perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang terus menjadi perhatian investor.
Meningkatnya ketegangan setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi kembali memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi dunia. Kondisi tersebut turut mendorong harga minyak bertahan di kisaran tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, optimisme pasar mulai muncul setelah Iran dikabarkan menerima usulan gencatan senjata selama 10 hari yang diajukan para mediator. Harapan meredanya konflik dinilai dapat mengurangi tekanan di pasar keuangan global.
Ketidakpastian geopolitik membuat investor tetap cenderung memburu aset aman, termasuk dolar AS. Situasi ini berpotensi membatasi ruang penguatan mata uang emerging market, termasuk rupiah, dalam jangka pendek.
Dari dalam negeri, perhatian investor kini tertuju pada pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dimulai hari ini dan akan berakhir pada Rabu (22/7/2026). Pasar menunggu keputusan bank sentral terkait arah suku bunga acuan yang diperkirakan akan menjadi penentu pergerakan rupiah dan pasar keuangan nasional dalam beberapa waktu ke depan.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya
hendra·1 jam yang lalu -
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·3 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·4 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan