Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Awali Pekan Menguat ke Rp16.868 per Dolar AS, Sentimen Global Masih Bayangi Pasar

Rupiah dibuka menguat ke Rp16.868 per dolar AS. Sentimen kebijakan Donald Trump dan indeks dolar jadi perhatian pasar.

Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – memulai perdagangan awal pekan dengan penguatan tipis. Pada Senin (23/2/2026), rupiah dibuka naik 0,12% ke level Rp16.868 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan Jumat (20/2/2026) di Rp16.888 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang memimpin penguatan dengan kenaikan 0,54%, diikuti ringgit Malaysia dan dolar Taiwan yang sama-sama naik 0,41%. Dolar Singapura menguat 0,2%, baht Thailand 0,19%, dan won Korea Selatan 0,15%. Sementara itu, dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,01%.

Di sisi lain, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama tercatat melemah 0,40% ke level 97,34.

Rupiah Menguat Terhadap Mata Uang Global

Tak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Terhadap poundsterling Inggris, rupiah naik 0,15% ke Rp22.757. Terhadap euro menguat 0,03% ke Rp19.645, dan terhadap dolar Australia terapresiasi 0,05% ke Rp11.908.

Sentimen Trump Bayangi Pasar

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan berpotensi fluktuatif dengan kecenderungan melemah, meski dibuka di zona hijau.

Menurutnya, tekanan terhadap dolar AS muncul di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi mantan Presiden AS, . Trump diketahui mengkritik keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan penggunaan kewenangan darurat untuk menerapkan tarif resiprokal.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump berencana menaikkan tarif global sebesar 10% hingga 15% guna mempertahankan kebijakan proteksi perdagangan. Wacana tersebut kembali memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah kebijakan dagang AS ke depan.

Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.880 hingga Rp16.910 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini, dengan volatilitas yang masih cukup tinggi seiring perkembangan sentimen global.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait