Nusantaraterkini.co, Riyadh - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengecam Israel usai menyerang Rumah Sakit (RS) Indonesia di Palestina.
Kecaman ini disampaikan Presiden Jokowi saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh Arab Saudi. Seperti dilihat nusantaraterkini.co dari akun Instagram resmi @jokowi, pada Minggu (12/11/2023).
Awalnya Jokowi menyampaikan dukungan penuh penyelenggaraan KTT OKI karena menjadi langkah yang tepat untuk menghasilkan upaya kongkrit menghentikan kekejaman Israel di Gaza, Palestina. Jokowi mengungkapkan hampir 7,9 miliar penduduk dunia serta lebih dari 190 pimpinan negara seakan tidak berdaya untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza yang sudah berlangsung selama sebulan ini.
Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029
"Oleh karena itu, OKI harus bersatu dan berada di depan untuk penyelesaian masalah ini. Saya ingin menyampaikan beberapa hal yang kongkrit yang pertama gencatan senjata," ujar Jokowi.
Jokowi menegaskan gencatan senjata harus segera dilakukan. Dia menekankan bahwa tanpa gencatan senjata situasi tidak akan membaik dan Israel telah menggunakan narasi self defense.
"Dan terus melakukan pembunuhan rakyat sipil. Ini tak lain sebuah kolektif punishmen dan kita semua harus mencari jalan agar Israel segera melakukan gencatan senjata," tegasnya.
Baca Juga : Jelang Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Kubu Roy Suryo Desak Polda Metro Buka-bukaan Barang Bukti
Lanjutnya, yang kedua agar bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina dipercepat serta jangkauannya diperluas. Menurutnya, OKI harus mengusulkan mekanisme bantuan yang predikebel dan sustainable.
"Indonesia juga telah mengirim bantuan kemanusiaan dan kedepan akan menambahkan lagi," sambung Jokowi.
Baca Juga : Kumpulkan Para Senior Diplomasi, Presiden Prabowo Diskusi Santai Bahas Geopolitik di Istana
Presiden Jokowi kemudian menjelaskan di sisi lain situasi kemanusiaan. Jokowi merasa prihatin atas RS Indonesia di Gaza Utara, terus menjadi sasaran serangan Israel hingga kehabisan bahan bakar.
"Untuk itu Indonesia meminta semua pihak, untuk menghormati hukum humaniter internasional," pintanya.
Yang ketiga, sikap Indonesia disampaikan Jokowi, OKI harus menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan. Seperti, pemberian akses kepada Independent International Commission of Inquiry on The Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk menyelesaikan mandatnya.
Baca Juga : Misteri Board of Peace Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar
"Dan terus mendukung proses advisory opinion di mahkamah internasional," tambahnya.
Sementara yang keempat, Jokowi meminta agar OKI mendesak agar perundingan damai dimulai kembali segera demi terwujudnya Two State Solution dan menolak pemikiran One State Solution. Karena One State Solution hampir dipastikan Palestina yang dikorbankan.
Jokowi menambahkan jika memang mekanisme quartet tidak dapat diandalkan maka OKI harus mendorong proses negosiasi damai dengan format baru. Jokowi menegaskan Indonesia siap berkontribusi dalam negosiasi damai tersebut.
"Sebagai penutup sekali lagi OKI harus bersatu harus berada di garis depan menggunakan semua cara damai, semua pengaruh, semua upaya diplomasi, untuk membela keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina," pungkasnya.
