Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Prabowo: RI Siap Hentikan Impor Solar dan Kembangkan B50

Prabowo menegaskan RI siap menghentikan impor solar dan mengembangkan B50 untuk memperkuat ketahanan energi serta menghemat devisa Rp170 triliun.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan impor solar dan mengembangkan bahan bakar nabati B50, Jumat (14/8/2026). (foto:istimewa)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan impor solar dan mengembangkan bahan bakar nabati B50, Jumat (14/8/2026). (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co — Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (), khususnya solar. Pemerintah terus mendorong pengembangan bahan bakar nabati berbasis melalui program .

Prabowo menyampaikan keberhasilan mengurangi dapat memberikan yang sangat besar bagi Indonesia. Dana yang sebelumnya digunakan untuk membeli solar dari luar negeri dapat dialihkan untuk mendukung kebutuhan dan program pembangunan di dalam negeri.

“Kalau kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, kita berhasil menghemat sekitar atau sekitar US$9,5 miliar yang tidak perlu lagi kita kirim ke luar negeri,” ujar Prabowo saat Pidato Laporan Kenegaraan saat , dan RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, pengembangan B50 merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk program makanan bergizi dan bantuan sosial bagi masyarakat.

Prabowo menegaskan bahwa menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat perekonomian nasional. Dengan mengurangi impor dan meningkatkan penggunaan sumber energi domestik, Indonesia diharapkan dapat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energinya.

Pemerintah pun terus mempersiapkan pengembangan B50 sebagai salah satu strategi menuju ketahanan dan kemandirian .

 (LS/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru