Polisi Hapus 2 DPO Kasus Vina, Hotman Paris Sebut Keluarga Kecewa
Hotman Paris menyebut pihak keluarga Vina kecewa dengan keputusan polisi yang menghapus dua orang DPO dalam kasus pembunuhan Vina di Cirebon pada 2016
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Hotman Paris menyebut pihak keluarga Vina kecewa dengan keputusan polisi yang menghapus dua orang DPO dalam kasus pembunuhan Vina di Cirebon pada 2016 lalu.
Terlebih, dalam kasus ini, polisi juga terkesan terburu-buru dalam menetapkan Pegi Setiawan alias Perong sebagai tersangka. Termasuk menghilangkan dua pelaku lain yang ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Kalau polisi belum bisa menangkap pelaku, kami maklum karena kasus ini sudah berjalan lama. Tapi jika ada yang dihilangkan seperti ini tentu muncul pertanyaan," ujar Hotman Paris di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dikutip kumparan, Kamis (30/5/24).
Sebelumnya, diketahui total ada tiga orang yang masuk dalam DPO polisi di kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky Rudiana yang terjadi pada Sabtu, 27 Agustus 2016 di Cirebon. Ketiganya yaitu Andi, Dani, dan Pegi alias Perong.
Menurut Hotman, berbagai fakta baik yang tertuang dalam BAP, fakta persidangan, maupun dakwaan para tersangka di kasus ini jelas dikatakan soal adanya 3 DPO di kasus ini.
"Ini semua putusannya di bagian akhir dari putusan itu jelas-jelas disebutkan ada tiga DPO, di dalam pertimbangan hukum juga disebutkan ada tiga DPO, di dalam surat tuntutan ada tiga DPO, di dalam surat dakwaan ada tiga DPO, di dalam BAP ada tiga DPO. Keterangan dari delapan terdakwa mengatakan ada tiga DPO," ucap Hotman Paris.
Tak ingin pelaku yang tersisa gagal ditangkap, Hotman pun meminta Presiden Joko Widodo dan jajarannya memberikan atensi lebih dalam perkara ini.
"Kami berharap Presiden, Menko Polhukam dan lainnya memberikan atensi agar pemeriksaan ini berjalan dengan jelas sesuai dengan fakta dan bukti yang ada," kata Hotman Paris.
"Intinya keluarga korban maupun kuasa hukum menolak pernyataan dari penyidik Polda Jabar yang menyatakan kalau 2 DPO tersebut adalah fiktif," pungkasnya.
Dalam kasus ini, polisi sempat menyebut 11 tersangka pembunuhan Vina dan Rizky. 8 di antaranya sudah ditangkap dan diadili. 7 orang tersangka divonis seumur hidup dan satu orang sudah bebas karena saat itu masih di bawah umur. Dia adalah Saka Tatal.
Namun, saat ini, polisi menegaskan tersangka kasus pembunuhan Vina Cirebon hanya 9 orang. Orang terakhir yang jadi DPO dan sudah berhasil ditangkap, yakni Pegi Setiawan.
Kasus pembunuhan Vina Cirebon diketahui kembali kembali mencuat usai film Vina: Sebelum 7 Hari yang tayang di bioskop viral. Film tersebut dibuat berdasarkan kisah nyata kasus pembunuhan tersebut.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALKades di Bangkalan Diduga Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep Tak Tersedia
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTragis! Anak 14 Tahun di Pati Diduga Dicabuli Kakak dan Ayah Tiri, Korban Diancam dengan Video
hendra·5 jam yang lalu -
SUMSELSisa 5 Hari! Herman Deru Minta Warga Sumsel Segera Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan
6 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Daerah di Aceh, 12 Pelaku Ditangkap: 21 Motor Hasil Curian Disita
hendra·6 jam yang lalu -
PENDIDIKANMulai Kelas 3 SD, Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib! Kemendikdasmen Siapkan 59 Ribu Guru
hendra·7 jam yang lalu -
NEWSKarhutla Way Kambas Belum Padam, BNPB Kerahkan Personel dan Helikopter Water Bombing
hendra·7 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOPolda Sumut Ungkap Penyelewengan Solar Subsidi Pakai Mobil Boks
Fadli Tara·8 jam yang lalu -
NEWS VIDEOAkali Takaran BBM Selama 7 Tahun, Manager dan SPV SPBU di Sergai Ditangkap Polda Sumut
Fadli Tara·8 jam yang lalu -
NEWSAMNB Temui Ketua DPRD Madina, Desak Surat Usulan Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Segera Ditanggapi
hendra·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan