Nusantaraterkini.co, IKN - Polda Kaltim melalui Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen M Sabilul Alif melaporkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kaltim bahwa kondisi keamanan di Kalimantan Timur aman khususnya di Ibu Kota Negara Nusantara aman.
Sabilul melaporkan bahwa personelnya memastikan pengamanan upacara HUT ke-79 RI di Ibu kota Nusantara (IKN), ucapnya Sabtu (17/8/2024).
"Polda Kaltim telah bekerja keras dari berbagai persiapan, termasuk pengamanan dan pengawalan, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman, termaksud dari kenaikan bendera pusaka hingga penuruan bendera pusaka merah putih," ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yuliyanto.
Baca Juga : Presiden Prabowo Tinjau IKN, Pusat Pemerintahan Ditargetkan Rampung 2028
Sebelumnya, Sabilul menyambut kedatangan Kapolri di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan pada Jumat (16/8) malam. Kapolri didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) dari Mabes Polri.
"Kehadiran rombongan pejabat tersebut menunjukkan kesiapan dan sinergitas Polda Kaltim dan stakeholder terkait dalam menyambut agenda penting Kapolri di wilayah Kalimantan Timur," tuturnya.
Yuliyanto menerangkan kehadiran Kapolri bersama rombongan dalam rangka menghadiri peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga : Otorita IKN Gandeng Intelijen Kejagung Awasi Pembangunan Proyek Strategis
"Dalam peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di IKN, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di dampingi Kabareskrim Polri, Kabaharkam Polri, Dankorbrimob Polri, Kadivpropam Polri, serta Kapusdokkes Polri," terang Yulianto.
Yulianto menambahkan rangkaian peringatan detik-detik proklamasi di IKN menjadi simbol penting dalam perjalanan pembangunan Ibu Kota Nusantara. IKN dianggap sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia.
"Perayaan HUT RI ke 79 ini menjadi momen bersejarah bagi bangsa Indonesia terutama warga Kalimantan Timur, terimakasih kepada masyarakat telah menjaga dan turut menciptakan keamanan, ketertiban," tambah Yulianto.
(cw6/nusantaraterkini.co)
