Pj Gubenur Pastikan Ketersedian Bahan Pangan di Jakarta Aman Hadapi Ramadan dan Idul Fitri
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan ketersediaan bahan pangan dalam kondisi aman untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1445 H/2024.
Baca Juga : Legislator Usulkan Singkong Kategori Bahan Baku Pangan Strategis
Heru mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memastikan stok bahan pangan aman serta inflasi di Jakarta terkendali jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1445 H.
Baca Juga : Kemendag Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pangan di Bulan Ramadan
"Kita memastikan, pertama, menjaga inflasi. Kedua, ada beberapa poin yang menjadi faktor-faktor inflasi di DKI, terutama terkait listrik dan bahan bakar, serta makanan tentunya," katanya usai menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia (BI) dan sejumlah instansi terkait di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/3/2024).
Heru mengatakan, bahwa pihaknya terus bersinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, BI, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, hingga Polda Metro Jaya untuk menekan inflasi.
Baca Juga : Cerita Rakyat Harus Dihidupkan Kembali di Era Digital, Dorong Literasi dan Nilai Kebangsaan
Ia menyebut salah satu langkah konkret untuk menekan inflasi di Jakarta adalah memastikan ketersediaan bahan pangan aman dengan mengecek ketersediaannya di Perum Bulog maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Food Station.
Baca Juga : Kajari Jakbar Dicopot, Diduga Terseret Kasus Korupsi Uang Barang Bukti Robot Trading Fahrenheit
"Bulog menyampaikan ke kita semua dan Food Station, stok cukup memadai untuk kebutuhan di Jakarta," tandasnya.
Sementara Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Arlyana Abubakar menyebut bahwa inflasi di Jakarta pada bulan Februari 2024 masih terkendali, yaitu 2,12 persen (year on year/yoy). Angka tersebut masih dalam rentang sasaran inflasi yaitu 2,5±1 persen dan lebih rendah daripada angka nasional sebesar 2,75 persen yoy.
Baca Juga : Pemprov Sumut Klaim Keberhasilan Membangun Iklim Investasi yang Kondusif
"Sekarang memang untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri dan Ramadan di dalam TPID HLM ini kita berkoordinasi untuk meyakinkan bahwa ketersediaan pangan itu mencukupi untuk kebutuhan masyarakat, sehingga inflasi harga pangan bisa kita jaga" jelasnya.
Baca Juga : Capaian Inflasi Rendah, Pemerintah Diingatkan Jangan Sembunyikan Pelemahan Daya Beli Rakyat
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta-Banten Mohamad Alexander menambahkan bahwa stok komoditas beras tercukupi dengan baik.
"Kami menghitung estimasi minimum stok requirement sampai dua, tiga bulan ke depan. Kami pastikan untuk stok yang dikuasai Bulog saat ini sangat aman. Baik itu untuk menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadan, Idulfitri, dan setelahnya," jelasnya.
Untuk menyikapi situasi harga beras yang mengalami peningkatan, Perum Bulog menyelenggarakan program Bulog Siaga (aksi amankan harga) yang dilaksanakan di 183 titik di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Komoditas yang dijual yaitu Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), Beras Premium, dan komoditas pangan lainnya.
(HAM/nusantaraterkini.co)
