Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin Kabupaten Tapanuli Tengah terbakar akibat dari sambaran petir.
Hal ini disampaikan TIM Inafis Sat Reskrim Polres Tapteng bersama Tim Kantor Pusat PLN Indonesia Power setelah melakukan investigasi awal, cek TKP kebakaran di PLTU Labuhan Angin, Jumat (9/5/2025).
Hasil sementara investigasi awal dari TIM Kantor Pusat PLN Indonesia Power menyampaikan bahwa diduga kuat penyebab kebakaran akibat dari sambaran petir.
Baca Juga : Serikat Pekerja PLN IP Labuhan Angin Salurkan 400 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Tapteng-Sibolga
"Pada saat kejadian terjadi hujan diselingi petir yang menyambar bangunan PLTU Labuhan Angin, tidak ada korban jiwa maupun korban luka berat dan luka ringan," ujar Ketua Tim Kantor Pusat PLN Indonesia Power, Robianto.
Total kerugian belum bisa ditaksir, karena masih didalami oleh Team Investigasi Internal PLN Pusat Indonesia Power dan Pihak PLTU Labuhan Angin.
Diketahui PLTU Labuhan angin memiliki 2 unit mesin pembangkit dan yang terbakar adalah 1 (satu) unit mesin, sedangkan mesin 2 (dua) aman.
Baca Juga : Hendri Purba, Manager PLTU Labuhan Angin Tapteng Beri Ucapan Selamat HUT Nuter ke-2
Bangunan untuk kedua unit mesin pembangkit tersebut berukuran panjang 120 meter dan lebar 30 meter, dimana bangunan tsb memiliki 3 lantai.
Bagian bangunan yang terkena api adalah lantai 1, 2 dan 3. Kegiatan Olah TKP hanya dilakukan di Lantai 1.
"Hal ini dikarenakan demi keselamatan petugas terkait material bangunan yang terbakar," ujar Kapolsek Kolang, AKP IE Simatupang.
Adapun terkait barang bukti akibat kebakaran, pihak kepolisian akan tetap berkordinasi dengan PLTU Pusat dan PLTU Labuhan Angin untuk hasil investigasi selanjutnya.
(jjm/nusantaraterkini.co)
