Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Persiapan Operasi Ketupat 2026: Korlantas Polri Kedepankan ETLE 95% dan Cara Bertindak Humanis

Kakorlantas siapkan Operasi Ketupat 2026 dengan sistem ETLE 95% dan manajemen arus berbasis data teknologi

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Foto: dok Humas Polri)
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Foto: dok Humas Polri)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri menegaskan, Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas pengaturan arus mudik dan balik.

Operasi ini merupakan momentum bagi Polri untuk hadir secara nyata dalam melayani masyarakat dan menjaga kondusivitas keamanan nasional.

“Operasi Ketupat bukan sekedar operasi mudik dan balik, bukan hanya operasi lalu lintas, tetapi ini waktunya Polri hadir untuk melayani masyarakat, meyakinkan bahwa Harkamtibmas terjaga, peristiwa kasus-kasus menonjol kondusif, dan mewujudkan lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar,” ujarnya dilansir dari laman Humas Polri, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga : Intervensi Kapolri dan Kerja Sama Stakeholder Kunci Sukses Pengamanan Mudik Lebaran

Menilai pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 sudah berjalan cukup baik dengan adanya perubahan cara bertindak (CB) yang revolusioner, Agus menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan.

Ia juga menegaskan pengelolaan arus mudik kini tidak lagi mengandalkan insting, melainkan data yang akurat.

“Operasi Ketupat 2025 cukup bagus. Karena di sana ada revolusioner CB (cara bertindak), jadi kita rubah cara bertindak. Adanya indikator lompatan arus mudik, itu kita kelola dengan parameter teknologi bukan feeling. Tahun ini harus kita evaluasi lagi,” jelasnya.

Dalam hal ini, Kakorlantas memperhatikan lima klaster yang akan menjadi perhatian, di antaranya jalur arteri, tol, penyebrangan, terminal, bandara, stasiun, tempat ibadah, dan tempat wisata. Hal ini tentunya akan meningkatkan pergerkan kendaraan dan masyarakat.

“Ada lima klaster harus kita kelola, arteri, jalan tol, penyeberangan, terminal, bandara, dan stasiun. Ini pasti akan terjadi bangkitan arus yang luar biasa, jadi kalau kepadatan itu wajar, perlambatan itu wajar, tetapi kalau macet tentunya kita yang harus mengelola manajemen lalu lintas kita atur,” tegasnya.

Baca Juga : Antisipasi Bencana Alam Selama Masa Lebaran, Polda Sumut Siagakan Alat Berat ke Sejumlah Titik

Menyongsong , Agus menegaskan, pendekatan yang diambil akan jauh lebih humanis. Dalam penegakan hukum, Korlanta berkomitmen mengoptimalkan teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement () sebesar 95%, sementara tilang manual hanya 5%.

“Agenda besar di 2026 Operasi Ketupat ini sedang kita siapkan Operasi Keselamatan sudah kita siapkan tapi cara bertindaknya adalah kita dekat dengan masyarakat, bukan penegakan hukum yang kita kedepankan, bahkan ada kebijakan penegakan hukum 95%, tetapi yang tilang manual hanya 5%,” pungkasnya.

(*/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait