Pendidikan Vokasi di Anhui Buka Jalan Karier Pemuda Indonesia di Perusahaan Tiongkok
Pemuda Indonesia raih karier gemilang di perusahaan Tiongkok usai tempuh pendidikan vokasi di Anhui
Nusantaraterkini.co, HEFEI -ย Ketika Brayen Difan Makatiwo lulus dari Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Provinsi Anhui, Tiongkok timur, pada Desember 2025, dia kembali ke Indonesia dengan ambisi yang lebih besar dan keterampilan yang lebih mumpuni.
Setelah mempelajari bahasa Mandarin dari nol dan lulus ujian HSK tingkat 4, pemuda berusia 22 tahun itu juga memperoleh keterampilan teknis serta pemahaman yang lebih baik tentang praktik kerja di Tiongkok.
Selama menempuh pendidikan di Wuhu, dia menunjukkan prestasi yang baik dalam sejumlah kompetisi keterampilan kejuruan.
Kini, dia bekerja sebagai asisten general manager di PT Conch International Trade Indonesia dan menangani urusan sumber daya manusia serta penggajian. Saat masih menempuh pendidikan, dia juga meraih medali emas bidang desain dan manufaktur mekanik dalam babak final kelompok internasional di Kompetisi Keterampilan Perguruan Tinggi Kejuruan Dunia.
"Banyak perusahaan Tiongkok di Indonesia membutuhkan karyawan lokal yang mampu berbahasa Mandarin dan memiliki keterampilan teknis," kata Brayen.
Dia menjelaskan bahwa kemampuan bahasa Mandarin membantu karyawan membaca manual peralatan, berpartisipasi dalam rapat, dan mengoperasikan peralatan canggih dari Tiongkok sehingga membuka lebih banyak peluang karier.
Pengalaman Brayen berawal dari kemitraan antara Universitas Teknik Kejuruan Wuhu dan Anhui Conch Group Co., Ltd.
Diluncurkan pada 2019, program "Kelas Industri Internasional" Conch dirancang untuk menyesuaikan pelatihan kejuruan dengan kebutuhan perusahaan tersebut di Indonesia. Program ini telah membuka sembilan kelas dengan total 141 mahasiswa. Seluruh 11 lulusan pada 2022 dan 25 lulusan pada 2025, termasuk Brayen, direkrut oleh perusahaan-perusahaan Conch di Indonesia.
Seiring perubahan kebutuhan perusahaan, kurikulum program tersebut diperluas untuk mencakup jaringan komputer, teknik konstruksi, teknologi kontrol numerik komputer (computer numerical control/CNC), perdagangan internasional, dan penerapan kecerdasan buatan (AI).
"Kami melatih mahasiswa untuk mengisi posisi yang benar-benar dibutuhkan perusahaan," kata Zhu Zhiguo, penanggung jawab pendidikan internasional di universitas tersebut.
Pada tahun pertama, pembelajaran terutama berfokus pada bahasa Mandarin, kemudian dilanjutkan dengan mata kuliah khusus dan pelatihan praktik. Staf Conch turut membantu menyeleksi mahasiswa, merancang kurikulum, dan memberikan pengajaran praktik.
Kunjungan ke fasilitas perusahaan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati secara langsung proses produksi, pengoperasian peralatan, dan pengelolaan tempat kerja.
Kemitraan tersebut tidak hanya berlangsung di Tiongkok. Universitas itu telah mendirikan dua bengkel pelatihan di Indonesia dan, bersama Conch, membangun pusat pelatihan pendidikan kejuruan di Jakarta. Fasilitas-fasilitas ini menyediakan pelatihan keterampilan bagi peserta lokal sekaligus membantu menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan nyata industri.
Bagi Brayen, menempuh pendidikan di Tiongkok tidak hanya memberinya keterampilan teknis dan kemampuan berbahasa, tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya dan praktik kerja yang berbeda.
Kini, Brayen turut membantu orang lain mengikuti jejak serupa. Sebagai penghubung alumni universitas tersebut di Indonesia, dia membantu proses perekrutan mahasiswa dan berbagi pengalaman dengan generasi muda yang mempertimbangkan untuk melanjutkan studi di Tiongkok.
Kemitraan ini mencerminkan aspek praktis dari ekspansi perusahaan-perusahaan Tiongkok ke luar negeri, yakni pertumbuhan jangka panjang tidak hanya bergantung pada investasi dan teknologi, tetapi juga pada tenaga kerja lokal yang terampil.
Dengan menghubungkan pendidikan kejuruan dengan kebutuhan nyata di tempat kerja, program ini membantu perusahaan membangun kapasitas lokal sekaligus membuka jalur baru bagi generasi muda Indonesia untuk berpartisipasi dalam perkembangan industri nasional yang menjanjikan.
(*/nusantaraterkini.co)ย
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKAktivis 98 Sebut Putusan Suket Ijazah SMA Gibran Berdampak kepada Prabowo Subianto
Rozie Winata·6 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGerebek Barak Narkoba di Selambo, Polrestabes Medan Tangkap 2 Pengedar Sabu
Rozie Winata·34 menit yang lalu -
PENDIDIKANPendidikan Vokasi di Anhui Buka Jalan Karier Pemuda Indonesia di Perusahaan Tiongkok
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAEmil Audero Catat Clean Sheet Perdana di LaLiga, Rayo Hajar Celta 3-0
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTOperasi Patuh Toba 2026: 6.046 Pelanggar Ditegur, Polda Sumut Utamakan Penindakan Humanis
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWAGempa M4.2 Guncang Aceh Tengah, Sesar Sumatra Terdeteksi Picu Guncangan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMUTStasiun Bajalinggei, Jejak Sejarah dan Mobilitas Warga Perdesaan di Serdang Bedagai
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
-
-
HUKUM DAN KRIMINALImigrasi Cegah Pegawai Bea Cukai Ahmad Dedi ke Luar Negeri
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan