Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pendidikan Vokasi di Anhui Buka Jalan Karier Pemuda Indonesia di Perusahaan Tiongkok

Pemuda Indonesia raih karier gemilang di perusahaan Tiongkok usai tempuh pendidikan vokasi di Anhui

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan para mahasiswa sedang berlatih menggunakan alat ukur survei di pusat pelatihan simulasi yang terletak di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Foto: Xinhua/Zhao Jinzheng)
Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan para mahasiswa sedang berlatih menggunakan alat ukur survei di pusat pelatihan simulasi yang terletak di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Foto: Xinhua/Zhao Jinzheng)
A A

Nusantaraterkini.co, HEFEI -ย Ketika Brayen Difan Makatiwo lulus dari Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Provinsi Anhui, Tiongkok timur, pada Desember 2025, dia kembali ke Indonesia dengan ambisi yang lebih besar dan keterampilan yang lebih mumpuni.

Setelah mempelajari bahasa Mandarin dari nol dan lulus ujian HSK tingkat 4, pemuda berusia 22 tahun itu juga memperoleh keterampilan teknis serta pemahaman yang lebih baik tentang praktik kerja di Tiongkok.

Selama menempuh pendidikan di Wuhu, dia menunjukkan prestasi yang baik dalam sejumlah kompetisi keterampilan kejuruan.

Kini, dia bekerja sebagai asisten general manager di PT Conch International Trade Indonesia dan menangani urusan sumber daya manusia serta penggajian. Saat masih menempuh pendidikan, dia juga meraih medali emas bidang desain dan manufaktur mekanik dalam babak final kelompok internasional di Kompetisi Keterampilan Perguruan Tinggi Kejuruan Dunia.

"Banyak di Indonesia membutuhkan karyawan lokal yang mampu berbahasa Mandarin dan memiliki keterampilan teknis," kata Brayen.

Dia menjelaskan bahwa kemampuan bahasa Mandarin membantu karyawan membaca manual peralatan, berpartisipasi dalam rapat, dan mengoperasikan peralatan canggih dari Tiongkok sehingga membuka lebih banyak peluang karier.

Pengalaman Brayen berawal dari kemitraan antara Universitas Teknik Kejuruan Wuhu dan Anhui Conch Group Co., Ltd.

Diluncurkan pada 2019, program "Kelas Industri Internasional" Conch dirancang untuk menyesuaikan pelatihan kejuruan dengan kebutuhan perusahaan tersebut di Indonesia. Program ini telah membuka sembilan kelas dengan total 141 mahasiswa. Seluruh 11 lulusan pada 2022 dan 25 lulusan pada 2025, termasuk Brayen, direkrut oleh perusahaan-perusahaan Conch di Indonesia.

Seiring perubahan kebutuhan perusahaan, kurikulum program tersebut diperluas untuk mencakup jaringan komputer, teknik konstruksi, teknologi kontrol numerik komputer (computer numerical control/CNC), perdagangan internasional, dan penerapan kecerdasan buatan (AI).

"Kami melatih mahasiswa untuk mengisi posisi yang benar-benar dibutuhkan perusahaan," kata Zhu Zhiguo, penanggung jawab pendidikan internasional di universitas tersebut.

Pada tahun pertama, pembelajaran terutama berfokus pada bahasa Mandarin, kemudian dilanjutkan dengan mata kuliah khusus dan pelatihan praktik. Staf Conch turut membantu menyeleksi mahasiswa, merancang kurikulum, dan memberikan pengajaran praktik.

Kunjungan ke fasilitas perusahaan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati secara langsung proses produksi, pengoperasian peralatan, dan pengelolaan tempat kerja.

Kemitraan tersebut tidak hanya berlangsung di Tiongkok. Universitas itu telah mendirikan dua bengkel pelatihan di Indonesia dan, bersama Conch, membangun pusat pelatihan pendidikan kejuruan di Jakarta. Fasilitas-fasilitas ini menyediakan pelatihan keterampilan bagi peserta lokal sekaligus membantu menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan nyata industri.

Bagi Brayen, menempuh pendidikan di Tiongkok tidak hanya memberinya keterampilan teknis dan kemampuan berbahasa, tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya dan praktik kerja yang berbeda.

Kini, Brayen turut membantu orang lain mengikuti jejak serupa. Sebagai penghubung alumni universitas tersebut di Indonesia, dia membantu proses perekrutan mahasiswa dan berbagi pengalaman dengan generasi muda yang mempertimbangkan untuk melanjutkan studi di Tiongkok.

Kemitraan ini mencerminkan aspek praktis dari ekspansi perusahaan- ke luar negeri, yakni pertumbuhan jangka panjang tidak hanya bergantung pada investasi dan teknologi, tetapi juga pada tenaga kerja lokal yang terampil.

Dengan menghubungkan pendidikan kejuruan dengan kebutuhan nyata di tempat kerja, program ini membantu perusahaan membangun kapasitas lokal sekaligus membuka jalur baru bagi generasi muda Indonesia untuk berpartisipasi dalam perkembangan industri nasional yang menjanjikan.

(*/nusantaraterkini.co)ย 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru