Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Penanaman Pohon Antisipasi Bencana Longsor dan Banjir di Samosir

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penanaman Pohon Antisipasi Bencana Longsor dan Banjir di Samosir./Ist

Nusantaraterkini, co, SAMOSIR - Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kalaksa BPBD bersama siswa-siswa memberikan edukasi dan penanaman pohon disekitar lokasi rawan bencana alam. berlokasi di SMPN 2 Harian, Kenegerian Sihotang salah satu lokasi terkena banjir bandang, Jumat (4/10/2024). 

Penanaman pohon tersebut mengingatkan bahwa pentingnya menjaga lingkungan hidup, agar mencegah terjadinya bencana banjir bandang dan lonsor. Tak bisa dipungkiri bahwa samosir dikelilingi dengan bukit dan gunung dengan iklim tropis dimana cukup sering hujan deras.

Wilayah samosir juga sering sekali longsor dan beberapa tahun terakhir, terjadi banjir bandang besar menewaskan satu orang di kenegrian sihotang. beberapa hari lalu terjadi lagi banjir bandang di desa martoba dan ujur sehingga perlu ada nya penghijauan dengan penanaman pohon serta kewaspadaan akan bencana alam banjir bandang dan longsor agar tidak terulang lagi bencana serupa.

Baca Juga : Peringati HUT ke-48, Pupuk Kaltim Perkuat Program Penghijauan Melalui Penanaman 1.977 Pohon

Sebanyak 2.501 batang pohon yang terdiri aren 535 batang, alpukat 1.806 batang, kemenyan 150 batang dan durian 730 batang. Sumber dana bibit dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD KPH XIII Dolok Sanggul.

Penanaman pohon membantu mengurangi risiko dampak bencana alam, serta mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli dengan situasi lingkungan. Terkhususnya daerah rawan bencana banjir dan longsor, kepedulian ini akan mengurangi kerugian ekonomi, korban jiwa dan kerusakan sumber daya alam.

Bibit pohon didistribusikan pada 12 titik yaitu Desa Siparmahan Kecamatan Harian, SMPN 2 Harian, Desa Dolok Raja, Desa Sampur Toba, Desa Hariara Pohan, Desa Turpuk Limbong, Desa Turpuk Sihotang, SMAN 1 Pangururan, SMAN 1 Sianjur Mula mula, SMKN 1 Simanindo, SMAN 1 Sitiotio, Kelurahan Siogung ogung dan Desa Parmonangan Kecamatan Pangururan.

Baca Juga : GAMKI dan Bupati Anton Saragih Perkuat Sinergi Menuju Simalungun Maju

Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak mengatakan, penanaman pohon sebagai upaya mitigasi/pencegahan bencana yang sangat bermanfaat. Melihat tingkat kerawanan bencana di Kabupaten Samosir yang mengakibatkan banyaknya kerugian.

"Penanaman pohon adalah upaya mitigasi atau pencegahan bencana alam yang sangat bermanfaat, melihat tingkat kerawanan bencana longsor dan banjir di Kabupaten Samosir cukup sering sehingga mengakibatkan infrastruktur banyak rusak, kerugian material, kerugian sumber daya alam hingga menewaskan korban jiwa" ungkapnya.

Sitinjak menambahkan bahwa mejaga lingkungan dan mengantisipasi bencana banjir maupun longsor menjadi tugas bersama seluruh elemen baik pemerintah, masyarakat, guru dan anak didik. 

Baca Juga : Pelindo Sibolga Gelar Aksi Tanam Pohon, Jaga Ekosistem Pelabuhan

“Menjaga lingkungan tentu menjadi tugas kita bersama simbolis mutualisme ekologi sangat perlu, penanaman pohon dan penghijauan perlu dilakukan dilingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sitinjak berharap kedepanya akan banyak hal yang dikolaborasikan dengan pihak sekolah sebagai upaya mitigasi, sehingga langkah-langkah antisipasi dapat ditempuh ketika terjadi bencana.

“Kami juga berharap akan lebih banyak bantuan bibit dari KPH XIII Dolok Sanggul sehingga akan semakin banyak pohon yang ditanam di Kabupaten Samosir,” ucapnya.

Baca Juga : Dari Bengkel ke Bumi, Mekanik Deltamas Medan Tanam Pohon dan Bersih-Bersih Sungai

Kepala UPT KPH XIII Dolok Sanggul diwakili Kasubbag TU, Mei Dame Pane mengatakan, upaya pengelolaan lingkungan harus ditingkatkan dengan hal peningkatan penutupan vegetasi yaitu penanaman pohon.

"Upaya pengelolaan lingkungan harus ditingkatkan dengan hal peningkataan penutupan vegetasi yaitu penanaman pohon agar nantinya mengantisipasi dan mencegah terjadinya longsor dan banjir" ungkapnya. 

Agar mengantisipasi dampak perubahan iklim yang terasa dengan perubahan suhu/ iklim yang tak menentu. Penanaman pohon merupakan strategi pengurangan risiko bencana/ tanah longsor. Ia berharap bibit pohon yang ditanam dapat dirawat dengan baik hingga tumbuh subur.

“Kita yang hadir mempunyai komitmen menanam dan merawat pohon. Bumi tempat kita bersama maka lingkungan harus dijaga. Mari menjaga bumi untuk generasi mendatang," tutupnya.

Dengan penanaman pohon dibeberapa titik di daerah rawan bencana, membuat tanah semakin kuat dan penghijauan sehingga meminimalisisr terjadinya bencana longsor dan banjir di Kabupaten Samosir.

(cw8/nusantaraterkini.co)