Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, mengungkapkan penyebab kematian ikan keramba jaring apung (KJA) yang mati di Danau Toba diduga karena cuaca extream.
Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir Ronny Sitanggang, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan ke lapangan.
"Kita masih melakukan pengecekan langsung ke lapangan," ujarnya, Senin (21/7/2025).
Baca Juga : Samosir Bersiap Sambut Trail of The King 2025, Pemkab dan Warga Gelar Aksi Bersih-Bersih
Ronny melanjutkan, bahwa kematian ikan keramba diduga kuat karena angin kencang mengakibatkan arus bawah naik kepermukaan.
"Ada kaitan yang sangat kuat. Angin kencang mengakibatkan arus bawah naik ke permukaan. sehingga air di permukaan minim kandungan oksigen, dibarengi air keruh membuat ikan sulit bernapas. kondisi ini akan semakin parah saat malam hari. suhu efeknya ke oksigen juga. Efek perbedaan suhu yang tinggi di permukaan dan suhu rendah di perairan bawah membuat air di bawah akan naik ke permukaan. sama efek dengan pengaruh angin atau arus," ucapnya.
Ronny juga mengatakan bahwa total ikan mati berkisar 56 ton di Danau Toba Desa Tanjung Bunga,Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Baca Juga : Pemkab Samosir Gelar Konferensi Pers dalam Rangka Pelaksanaan Trail of The King 2025
"Per Jumat 18 juli 2025 di kisaran 56 ton lebih masih ada aktifitas di Sabtu dan Minggu, ikan keramba mati masih terjadi di Desa Tanjung Bunga," tangkasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ikan-ikan keramba mati sebagian di kuburkan dan sebagian lagi di jadikan pupuk.
"Sebagian dikubur di gusar Kec Pangururan. sebagian di buat pupuk organik di Desa Cinta Dame Kec. Simanindo. Hari ini direncanakan di kubur di TPA tele dan di desa Tanjung Bunga," pungkasnya.
Saat di tanyakan kepada Ronny terkait upaya dilakukan Pemkab mengantisipasi ikan-ikan mati, ini jawabanya.
"Ini adalah fenomena alam. Kita sudah menganjurkan pola tebar dan pola panen yg menghindari bulan panen di bulan cuaca ekstrem dan lokasi lah alat berikutnya," jawabnya.
Ia juga mengatakan bahwa peristiwa kematian ikan keramba yang mati di Danau Toba biasanya terjadi ketika cuaca extream.
"Biasanya di cuaca ekstrem," tutupnya.
(jas/nusantaraterkini.co)
