Pembangunan Kembali Gaza akan Menelan Biaya hingga $53 Miliar
Pekerjaan pembangunan kembali selama bertahun-tahun akan mencakup pembersihan bom-bom yang belum meledak dan jutaan ton puing
Nusantaraterkini.co, GAZA - Pemulihan Gaza di Palestina dalam sepuluh tahun ke depan diprediksi akan menelan biaya hingga $53,2 miliar, yang mana lebih dari setengah untuk pembangunan perumahan.
Pembangunan kembali Gaza akan membutuhkan lebih dari $50 miliar setelah 15 bulan konflik Israel-Hamas di daerah kantong Palestina tersebut, menurut penilaian yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan Bank Dunia pada Selasa (18/2/2025).
Penilaian Kerusakan dan Kebutuhan Sementara (IRDNA) mengatakan bahwa $53,2 miliar dibutuhkan untuk pemulihan dan rekonstruksi dalam 10 tahun ke depan. Dalam tiga tahun pertama saja dibutuhkan $20 miliar.
Diketahui, Israel melancarkan serangan ke Gaza sebagai respons atas serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menurunkan 1.200 orang dan lebih dari 250 orang disandera, menurut pengakuan Israel. Operasi Israel telah membunuh lebih dari 48.000 orang, menurut pejabat kesehatan Gaza, dan menyebabkan kehancuran di daerah tersebut.
Baca Juga: Prabowo Bela Gaza di World Governments Summit: Sudah Cukup, Waktunya Bangun Kembali!
Pekerjaan pembangunan kembali selama bertahun-tahun akan mencakup pembersihan bom-bom yang belum meledak dan jutaan ton puing.
Laporan tersebut, yang dirilis di tengah gencatan senjata yang rapuh yang dimulai bulan lalu, mengingatkan bahwa kondisi belum memungkinkan untuk memulai pemulihan pekerjaan dan rekonstruksi skala besar karena belum jelas bagaimana daerah kantong itu akan dikelola setelah perang dan pengaturan keamanan apa yang akan diterapkan.
“Kecepatan, skala, dan pemulihan akan bergantung pada kondisi ini,” kata laporan tersebut.
Baca Juga: Donald Trump: Israel akan Serahkan Gaza ke Amerika Ketika Perang dengan Hamas Berakhir
IRDNA mengatakan bahwa lebih dari 292.000 rumah hancur atau rusak dan 95 persen rumah sakit tidak berfungsi, sementara ekonomi lokal telah berkontraksi 83 persen.
Lebih dari setengah dari total perkiraan biaya pembangunan kembali, atau $29,9 miliar, akan diperlukan untuk memperbaiki kerusakan pada bangunan-bangunan dan infrastruktur lain, termasuk perumahan, yang akan membutuhkan sekitar $15,2 miliar untuk membangun kembali.
Lebih dari itu, $19,1 miliar, akan diperlukan untuk mengganti kerugian sosial dan ekonomi, termasuk sektor kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan industri yang hancur akibat konflik, katanya.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: VOA
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANKomda Sumut-NAD PMKRI : Informasi Tuan Rumah Rakernas PMKRI di Cabang Medan Pembohongan Publik
Fadli Tara·7 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTNonton Perdana 'Jamin Setia Selamanya', Rico Waas Apresiasi Djamin Ginting
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
-
SUMSELPolda Sumsel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Narkoba
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerima Audiensi Buddhis Tamil Nusantara, Rico Waas: Keberagaman Kekuatan Medan
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KRIMINALPraperadilan Parlindungan Silitonga, Ahli Soroti Prosedur Polrestabes
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
SEPAKBOLABantai Bangladesh 9-2, Indonesia Melaju ke Final ASEAN FIFA
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
NEWSKM Kelud Siap Bawa Penumpang dari Belawan Menuju Tanjung Priok
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan