Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Langkah Bobby Bangun Jalan di Sipiongot jadi Perhatian Antropolog

Antropolog Unimed menilai pembangunan jalan di Sipiongot oleh Bobby Nasution menjadi simbol keadilan pembangunan di Sumut.

Bagikan:
Antropolog Unimed Zanrinson Naibaho MSi, menilai, ada hal yang tidak biasa dengan kebijakan pembangunan jalan di Sipiongot, Sabtu (27/6/2026).(foto: istimewa)
Antropolog Unimed Zanrinson Naibaho MSi, menilai, ada hal yang tidak biasa dengan kebijakan pembangunan jalan di Sipiongot, Sabtu (27/6/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN-Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprovsu) di bawah komando membangun di menjadi perhatian Antropolog Universitas Negeri Medan ()  MSi. Menurutnya, ada hal yang tidak biasa dilakukan para Gubernur Sumut sebelumnya.

"Dari kaca mata , Sipiongot ikonik karena dinilai mewakili ruang identitas emosional dan wilayah pedalaman yang terisolasi. Bahkan sering disebutkan jadi bahan sindiran karena ketiadaan pembangunan di sana," terang Zanrison, di Medan, Sabtu (27/6/2026).

Kebijakan tersebut, ungkap Zarinson, menimbulkan pertanyaan. Sebab, kata dia, belum pernah ada kepala daerah sebelumnya yang berani dan mau membangun jalan di daerah yang dulunya dikenal jadi bahan anekdot bagi rakyat itu.

Bahkan, kata dia, salah satu desa di Kabupaten Padanglawas Utara itu lebih sering dipahami sebagai daerah tertinggal ketimbang ikon yang bermakna positif dan berprestasi. Ke-ikonik-an Sipiongot itu, sambung Zanrison, timbul karena keprihatinan yang selama hampir 80 tahun tidak pernah tersentuh pembangunan.

Dari situ, Zanrison menilai Pemprovsu khususnya telah menganalisis prioritas mana wilayah yang lebih membutuhkan sentuhan pembangunan.

"Ibarat orang haus dan yang tidak haus. Tentunya yang haus akan lebih dulu kita kasih air minum ketimbang yang sudah kenyang. Dan ini pula yang menjawab mengapa Bobby Nasution mau menyentuh dan membangun jalan di Sipiongot. Bobby ingin menghadirkan keadilan pembangunan di sana. Bukan hanya membangun daerah kelas atas tapi juga kelas bawah," ungkap Zanrison.

Meskipun jumlah penduduk di Sipiongot jauh lebih kecil dibanding daerah lainnya di Sumut, Zanrizon menilai Bobby sedang tidak mengejar jumlah suara dalam membangun jalan di sana.

"Kalau dibanding Langkat tentunya jumlah di sana (Sipiongot) kalah banyak. Namun dalam , justeru ini menjadi magnet bagi banyak orang," urai Zanrison.

Zanrison pun menilai ada kemiripan gaya pembangunan yang dilakukan Bobby dengan Presiden ke-7 Joko Widodo.

"Kita jadi teringat dengan Pak Jokowi yang membangun Nduga di Pegunungan Papua," kata Zanrison.

Di sisi lain, dia menilai anekdot miring terhadap Sipiongot perlahan memudar seiring gencarnya pembangunan di sana. Salah satu syarat utamanya, yakni pembangunan tersebut harus terkoneksi dengan sektor lainnya.

"Harus terkoneksi dengan sektor kesehatan dan pendidikan. Karena membangun infrastruktur harus pula disertai dengan pembangunan sumber daya manusianya," tukas Zanrison.

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru