Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Partai Demokrat Tolak Usulan Hak Angket, AHY: Saya Tidak Melihat Ada Urgensi

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Ilham Al Banjari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketum Partai Demokrat AHY saat menyampaikan sikap Partai Demokrat terkait usulan hak angket DPR kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (24/2/2024). (Foto: Istimewa)

Partai Demokrat Tolak Usulan Hak Angket, AHY: Saya Tidak Melihat Ada Urgensi 

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku tidak melihat adanya sebuah urgensi sehingga harus mendukung usulan hak angket DPR untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pemilu 2024.

Baca Juga : Polemik Ambang Batas 2029: Dede Yusuf Sebut Penurunan Angka Bukan Jaminan Suara Rakyat Terselamatkan

"Saya tidak melihat ada urgensi ke sana. Bukan hanya karena Demokrat saat ini adalah bagian dari pemerintahan tetapi juga saya melihat secara rasional," kata AHY kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (24/2/2024).

Baca Juga : Kritisi 175 Ribu Kasus Hukum Mangkrak, Legislator Hinca Panjaitan: Kalau Dikumpulin Bisa Satu Stadion

AHY memastikan sampai saat ini masih menghormati proses perhitungan suara resmi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang paling lambat akan diumumkan pada 20 Maret mendatang. Menurutnya perhitungan sementara khususnya Pilpres pasangan Prabowo-Gibran sudah unggul dengan jarak yang cukup jauh.

"Jauh unggulnya, besar. Jadi saya tidak melihat ada sesuatu yang sangat aneh di situ karena memang jaraknya jauh ya," ujarnya.

Baca Juga : Rapat Perdana akan Dimulai Bulan Juli, Legislator Beberkan Tiga Fokus Hak Angket Haji

AHY juga memastikan menghormati sejumlah tokoh maupun partai yang mengusulkan hak angket karena merupakan hak konstitusional. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menegaskan bahwa sikap Partai Demokrat jelas menolak usulan hak angket tersebut.

Baca Juga : Pakar: NasDem Tak Begitu Semangat Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024 di Senayan

"Kami dari Partai Demokrat secara tegas mengatakan kami tidak melihat ada kepentingan itu. Saya justru lebih tertarik pasca Pemilu ini setelah kita mengetahui tentu namanya pertempuran politik itu menyisakan orang yang kecewa, orang yang marah, orang yang belum bisa mencapai targetnya dan saat yang baik untuk kita mulai merajut kembali rekonsiliasi bangsa," tegasnya.

AHY menilai rekonsiliasi lebih penting untuk Indonesia pasca Pemilu. Menurut putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini rekonsiliasi menjadi sangat penting agar menghasilkan hal yang produktif bagi pembangunan Indonesia ke depan.

Baca Juga : Tinjau Rusun Mahasiswa UNSRI, Menko AHY Dorong Standardisasi Hunian Kampus Layak dan Terjangkau

"Kita berharap 8 bulan ini menjadi masa yang penting transisi kepemimpinan nasional itu harus dikawal dengan baik. Justru Demokrat bersyukur karena bisa terlibat secara langsung dalam masa transisi ini karena bagaimanapun ini masa yang paling penting," terangnya.

Baca Juga : Dua Bulan Pancabencana, AHY Resmikan Huntara di Aceh Tamiang

Dia meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menyiapkan langkah dalam menghadapi transisi ini. Dia juga sangat yakin estafet kepemimpinan akan berlanjut kepada Prabowo Subianto.

"Saya rasa transisi ini bisa berjalan dengan baik dan pada akhirnya setelah Pak Jokowi, Pak Prabowo siap untuk melanjutkan semuanya," pungkasnya.

(HAM/nusantaraterkini.co)